foto

Dahlan Iskan. TEMPO/Prima Mulia

Dahlan Iskan Emoh Duduk di Kursi Kerja Menteri  

TEMPO.CO, Jakarta - Di Februari ini, Dahlan Iskan sudah menjabat posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara selama empat bulan. Meski begitu, pendiri Koran Jawa Pos itu belum percaya kalau dia seorang pejabat. Kadang Dahlan masih belum menerima kenyataan kalau ia seorang menteri.

"Aku belum bisa menerima diriku seperti pejabat," kata Dahlan kala ngobrol dengan Tempo  4 Februari lalu. Bahkan Dalam mengaku kerap berbicara dengan dirinya sendiri, "Masak saya pejabat sih."

Rasa tidak percaya diri Dahlan tak berhenti sampai situ saja. Suami Nafsiah Sabri itu belum pernah duduk di bangku pada meja kerja menteri. Begitu juga waktu dia menjabat Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara. Alih-alih bekerja di ruangan menteri, Dahlan lebih memilih duduk di bangku pada meja rapat.

"Waktu di PLN, dan sekarang di BUMN, saya bekerja di ruang rapat," ujarnya.

Dahlan memulai karier sebagai calon reporter surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur. Pada 1976, lelaki kelahiran Magetan itu bergabung ke Majalah Tempo sebagai wartawan dan mendirikan Koran Jawa Pos pada 1982.

Setelah 34 tahun menggeluti dunia pers, Dahlan ditarik menjadi Direkrut Utama PLN di 23 Desember 2009. Posisinya terus naik menjadi Menteri BUMN pada 19 Oktober 2011.

Puluhan tahun menjadi wartawan membuat Dahlan tidak tahan lama-lama duduk di bangku. Kerap dia menyempatkan jalan ke ruang anak buahnya untuk bersosialisasi atau mengurus keperluan kerja. "Saya tidak pernah pakai bel panggil yang bunyinya ''tet'' itu. Kalau ada perlu, ya saya jalan ke ruang anak buah," ujarnya.

CORNILA DESYANA