Sejumlah massa pendukung Partai Aceh (PA) berkonvoi menuju kantor Komisi Independent Pemilihan (KIP) Aceh Utara di Kota Lhokseumawe, Aceh. FOTO ANTARA/Rahmad
Topik
Partai Aceh Sebut Irwandi Yusuf Gagal Sejahterakan Rakyat Aceh
TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menuai kritikan dalam deklarasi para calon kepala daerah dari Partai Aceh di Stadion Lampineung, Banda Aceh, Ahad, 12 Februari 2012. Kritik soal ketidakmampuan Irwandi selama ini disampaikan dalam pidato oleh calon gubernur dari Partai Aceh, Zaini Abdullah, dan wakilnya, Muzakkir Manaf.
Menurut Zaini, Irwandi dinilai belum mampu menyejahterakan masyarakat dan melaksanakan pembangunan Aceh dalam lima tahun ini. Irwandi, kata dia, juga tidak mampu mengimplementasikan butir-butir kesepakatan damai (MoU) Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. "Kalau tidak hati-hati, MoU Helsinki akan hilang entah ke mana,” kata Zaini.
Oleh sebab itu pula, kata Zaini, dia menolak dua kali mendaftarkan kandidatnya pada pemilihan kepala daerah. Sebab, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh tidak berpedoman pada UU Pemerintahan Aceh dalam menentukan jadwal pemilihan. Sampai kemudian ada jaminan dari Mahkamah Konstitusi dan desakan dari masyarakat Aceh.
Dalam kesempatan sama, Muzakkir Manaf ikut mengkritik Irwandi. Dia menilai program pengobatan gratis atau Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang diusung pemerintah Aceh masih belum tepat sasaran. “Pengobatan gratis bukan untuk orang kaya yang mampu berobat ke Medan, Jakarta, atau Malaysia,” ujar Muzakkir yang juga Ketua Umum Partai Aceh itu.
Dia berjanji, kalau terpilih nantinya akan terus memberikan layanan pengobatan gratis kepada masyarakat dengan tepat sasaran, warga miskin dan kurang mampu. Juga akan menambah program gratis seperti pendidikan kepada warga.
Muzakkir menyebutkan, program kesehatan gratis tersebut adalah kerja kader Partai Aceh di parlemen. Tapi kemudian dikampanyekan Irwandi seakan-akan miliknya, dengan memasang spanduk dan fotonya pada kartu JKA.
Dalam deklarasi para calon kepala daerah di Stadion Lampineung itu, Partai Aceh mengusung sepasang calon gubernur/wakil gubernur dan 15 kandidat calon di daerah kabupaten/kota. Para calon tersebut `dipeusijuk` oleh Malek Mahmud, mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka. Dia mengharapkan seluruh calon dapat menjaga pilkada 9 April berlangsung aman dan damai.
Dalam acara tersebut, ada beberapa jenderal purnawirawan yang hadir. Di antaranya dua bekas Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen (purn) Soenarko dan Mayjen (Purn) Djali Yusuf, serta bekas Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen (Purn) M. Yahya. Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat dan ulama.
Massa yang hadir diperkirakan mencapai 50 ribuan yang datang dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Acara juga dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad.
ADI WARSIDI





