Ilustrasi. tribune.com.pk
Topik
Foto Terkait
Penyerang Dua Polisi Bogor Tembakkan Pistol FN
TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor belum bisa memastikan motif dan pelaku penganiayaan dua anggota Polsek Jonggol Bogor pada Ahad dini hari, 1 Februari 2012. Namun, selain samurai, para pelaku yang berjumlah tujuh orang itu juga membawa sangkur dan pistol jenis FN yang biasa dipakai aparat TNI/Polri.
“Belum bisa dipastikan latar belakang ke tujuh pelaku. Namun dilihat dari selongsong peluru, diduga senjata api pelaku jenis FN,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jonggol, Inspektur Satu Agus Hidayat, saat dihubungi wartawan, Ahad petang, 12 Februari 2012
Korban penganiayaan, yakni Brigadir Satu Sopian, Anggota Babinkamtibmas Desa Pabuaran dan Cibadak Jonggol, dan Brigadir Dua Ikna, yang bertugas di bagian Lalu Lintas Polsek Jonggol. Kedua korban luka parah setelah dibacok menggunakan samurai dan ditusuk sangkur.
Korban juga sempat ditodong senjata api jenis FN ketika mau melawan pengeroyoknya. Saat itu, seorang pelaku sempat meletuskan satu tembakan ke arah tanah. "Di tempat kejadian ditemukan selongsong dan amunisi," kata Kanit Reskrim.
Akibat kejadian tersebut, dua orang anggota polisi itu mengalami luka serius dan dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta, setelah sebelumnya mendapatkan pertolongan pertama di RS Amanda, Bekasi.
Menurut Kepala Reserse Kriminal Polres Bogor, Ajun Komisaris Imran Ermawan, penyerangan kepada dua anggota polisi yang masih berseragam lengkap itu terjadi saat korban hendak pulang ke rumah sehabis melakukan razia gabungan lima polsek di Jalan Raya Cileungsi, Kabupaten Bogor.
“Razia gabungan antara Polsek Cileungsi, Cariu, Jonggol, Klapanunggal, dan Gunung Putri tersebut dimulai pukul 23.00 WIB dan berakhir pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah itu mereka kembali ke Polsek Jonggol dan bermaksud pulang ke rumah,” jelasnya.
Dalam perjalanan pulang, keduanya memutuskan untuk makan di warung nasi goreng Mas Gagap di Jalan Baru Jonggol Kampung Pojok Salak RT. 02 RW 08 Desa Jonggol, Jonggol, Bogor. Namun, ketika keduanya tengah menunggu pesanan tiba-tiba tujuh orang tidak dikenal datang dengan menggunakan lima sepeda motor.
Gerombolan tujuh pria tersebut langsung menghampiri kedua korban. Sejurus kemudian pelaku menyerang polisi nahas itu. Semula kedua korban mau melawan, namun salah satu pelaku menodongkan pistol ke arah keduanya.
Kemudian pelaku lain menunjuk Briptu Sopian seraya berteriak ke temannya, "Ini dia orangnya." Pelaku yang saat itu menodongkan pistol langsung menembakkannya ke arah lantai.
“Setelah tembakan itu mereka langsung kembali menganiaya korban menggunakan sangkur dan samurai,” tutur Iptu Agus.
Mendengar kegaduhan dan teriakan minta tolong korban, warga yang saat itu berada di lokasi kejadian langsung berusaha mendekat dan menolong keduanya. Mengetahui banyak warga, ketujuh pelaku langsung melarikan diri menggunakan motor.
ARIHTA U SURBAKTI





