Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Akbar Faisal Dikira Anggota FPI  

image-gnews
Anggota Komisi II Akbar Faisal ketika mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (30/01). TEMPO/Seto Wardhana
Anggota Komisi II Akbar Faisal ketika mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (30/01). TEMPO/Seto Wardhana
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR RI dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Akbar Faisal, yang sempat dikira anggota Front Pembela Islam (FPI), akhirnya diajak berfoto bersama dengan warga Dayak yang hampir menyergapnya. “Setelah minta maaf, mereka malah mengajak foto-foto,” ujar Akbar ketika dihubungi Tempo, Minggu, 12 Februari 2012.

Akbar mengatakan dirinya tidak menggunakan atribut atau pakaian tertentu yang membuat orang mengiranya sebagai anggota FPI. “Saya mengenakan jaket biasa, tidak seperti anggota FPI. Saya merasa heran sekaligus lucu,” katanya.

Akbar Faisal hampir disergap warga Dayak karena dikira anggota FPI di Palangkaraya, Sabtu, 11 Februari 2012. Saat itu ia sedang mencoba melakukan mediasi terhadap 1.000 anggota Dewan Adat Dayak (DAD) yang berdemo di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Para demonstran menolak kedatangan anggota FPI. Warga Dayak menganggap FPI sebagai organisasi yang mendukung kekerasan dan anarkisme.

Ketika demonstrasi berlangsung, Akbar sedang menunggu pesawat tujuan Jakarta yang seharusnya berangkat pukul 08.25 WIT. Suara keributan pun terdengar sampai ruang tunggu. Ternyata massa sedang menahan pesawat Sriwijaya Air yang di antara penumpangnya terdapat lima anggota FPI.

Khawatir demonstrasi mengarah anarkis, ia berinisiatif melakukan mediasi. “Petugas keamanan dan otoritas bandara tidak ada yang turun tangan,” kata Akbar.

Sebagai anggota DPR yang memiliki tanggung jawab di masyarakat, ia kemudian mendatangi massa yang sebagian di antaranya membawa senjata tradisional Kalimantan, mandau. Namun warga Dayak malah menudingnya sebagai anggota FPI.

Pilot Sriwijaya pun tidak berani membuka pintu pesawat karena warga Dayak menuntut para anggota FPI dikembalikan. Akbar kemudian menghubungi pemilik Maskapai Sriwijaya Air, Chandra Lie, tetapi gagal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ternyata, di antara demonstran DAD, sebagian ada yang mengenal Akbar. Kemudian ia dan beberapa anggota DAD yang mengenalnya, beserta petugas bandara, berdiskusi untuk mencari solusi.

Setelah mendapatkan jalan tengahnya, para anggota DAD meminta maaf kepada Akbar karena peristiwa salah sangka tersebut. Sesepuh DAD, Lukas, menjelaskan kepada Akbar tujuan mereka berdemo. Warga Dayak ingin menjaga agar budaya mereka yang menerima keanekaragaman beragama tetap terjaga. Kehadiran FPI dikhawatirkan mengancam keberagaman.

“Sebagai wakil rakyat, saya berinisiatif mencegah kekacauan. Jangan seperti pemimpin yang hanya bisa berkata prihatin kepada keadaan,” ujar Akbar menutup pembicaraan.

Setelah adanya permintaan maaf dari DAD, massa pun dapat dibubarkan. Akbar akhirnya berangkat ke Jakarta pada pukul 13.30 WIT.

SATWIKA MOVEMENTI

Berita Terkait:
Dikira FPI, Akbar Faisal Disergap Warga Dayak

Warga Dayak Tolak Ketua FPI Habib Rizieq
Rizieq Tak Ikut Rombongan FPI ke Palangkaraya

Alasan Warga Dayak Tolak FPI
Tokoh FPI Habib Rizieq Salahkan Gubernur Kalteng

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kuasa Hukum Korban Km 50 Sebut Penembakan Laskar FPI Sama dengan Kasus Ferdy Sambo

18 Agustus 2022

Ayah Lutfil Hakim, anggota Laskar FPI yang tewas dalam penembakan di Tol Cikampek Km 50 Senin dini hari, menceritakan kondisi jenazah anaknya di RDPU DPR RI, Kamis, 10 Desember. YOUTUBE/DPR RI
Kuasa Hukum Korban Km 50 Sebut Penembakan Laskar FPI Sama dengan Kasus Ferdy Sambo

Kuasa Hukum korban KM50 Laskar Front Pembela Islam, Azis Yanuar menyamakan kasus pembunuhan laskar FPI dengan pembunuhan oleh Ferdy Sambo.


Jika FPI Enggan Perpanjang SKT, Mahfud MD: Itu Hak Mereka

23 Desember 2019

Menko Polhukam Mahfud MD memberikan bantuan kepada keluarga korban terorisme di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019. Bantuan ini diberikan kepada keluarga korban terorisme di Lamongan dan Cirebon. TEMPO/Muhammad Hidayat
Jika FPI Enggan Perpanjang SKT, Mahfud MD: Itu Hak Mereka

Tarik ulur izin FPI itu membuat Juru bicara FPI, Munarman, menegaskan pihaknya tak lagi peduli ihwal perpanjangan izin SKT.


Kata Jokowi Soal Polemik Perpanjangan Izin FPI

2 Desember 2019

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 27 November 2019. Pada kejuaraan dua tahunan ini, Indonesia turun di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan. TEMPO/Subekti
Kata Jokowi Soal Polemik Perpanjangan Izin FPI

Jokowi enggan menanggapi SKT FPI.


Izin Perpanjangan SKT FPI Dikhawatirkan Politis

1 Desember 2019

Konferensi Pers Front Pembela Islam (FPI) di kantornya, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. TEMPO/Andita Rahma
Izin Perpanjangan SKT FPI Dikhawatirkan Politis

Juru Bicara FPI mempersoalkan tak kunjung dikeluarkannya izin perpanjangan oleh Kementerian Dalam Negeri.


Janji Tak Ulur Izin FPI, Ma'ruf Amin: Kan Lagi Dikaji

28 November 2019

Belum ada kepastian soal nasib perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI.
Janji Tak Ulur Izin FPI, Ma'ruf Amin: Kan Lagi Dikaji

Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah harus mengkaji dari segala aspek sebelum mengambil keputusan terkait FPI.


Kasus Munarman Jubir FPI, Dugaan Penganiayaan hingga Penghinaan

10 Oktober 2019

Munarman. TEMPO/Imam Sukamto
Kasus Munarman Jubir FPI, Dugaan Penganiayaan hingga Penghinaan

Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman kini kembali dijadikan tersangka


Petisi Viral Penolakan FPI, Ini Liku-liku Perpanjangan Izin Ormas

8 Mei 2019

Massa Front Pembela Islam alias FPI membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid saat berunjuk rasa di Bandung, Jawa Barat, terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser Nahdlatul Ulama di Garut, Selasa, 23 Oktober 2018. Polda Jawa Barat telah menahan sejumlah tersangka serta terus melakukan pendalaman untuk meredam dampak dari insiden yang berpotensi meluas tersebut. TEMPO/Prima Mulia
Petisi Viral Penolakan FPI, Ini Liku-liku Perpanjangan Izin Ormas

Mungkinkah Kemendagri bisa menolak perpanjangan izin, dalam hal ini FPI, dan bagaimana aturan yang berlaku?


FPI Sebut Rizieq Shihab Diperlakukan Seperti Tahanan Rumah

29 September 2018

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ketiga kanan), bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Istimewa
FPI Sebut Rizieq Shihab Diperlakukan Seperti Tahanan Rumah

Juru bicara FPI menduga perlakuan terhadap Rizieq Shihab di Arab Saudi itu atas pesanan pemerintah Indonesia.


Kasusnya Dihentikan, Rizieq Shihab Bakal Pulang ke Indonesia

18 Juni 2018

Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menjawab pertanyaan sejumlah wartawan setibanya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/2).  ANTARA/Reno Esnir
Kasusnya Dihentikan, Rizieq Shihab Bakal Pulang ke Indonesia

Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, memastikan kliennya akan pulang ke Indonesia setelah polisi memastikan tidak meneruskan penyidikan kasusnya.


Polisi Nyatakan Kasus Rizieq Shihab Bisa Dibuka Kembali

17 Juni 2018

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ketiga kanan), bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Istimewa
Polisi Nyatakan Kasus Rizieq Shihab Bisa Dibuka Kembali

Kasus dugaan percakapan mesum Rizieq Shihab dapat dibuka kembali bila ditemukan bukti baru.