Keren, Ponsel Darurat Bisa Menyala Hingga 15 Tahun
Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga
TEMPO.CO , Bandung - Bosan atau kurang suka warna pink untuk suatu kado hari Valentine? Mungkin brownies asal Bandung keluaran Kedai Koedelos yang khusus dibuat untuk hari kasih sayang ini boleh dicoba. Namanya blondies, kue brownies dingin yang dibuat dengan cokelat putih dengan taburan almond di bagian atasnya.
Menurut pembuatnya, Ratu Adelin, 32 tahun, ia ingin mengubah kesan brownies yang melulu berwarna cokelat gelap, dan warna merah muda di hari kasih sayang. Gagasan itu memunculkan blondies, yang akan diluncurkan mulai 14 Februari 2012. “Dibuat hanya untuk bulan Februari saja,” kata Adel, panggilan akrabnya, Ahad 12 Februari 2012.
Keluaran baru itu menambah jenis rasa brownies beku khas Koedelos. Sebelumnya, Adel dan rekannya, Parmarindra Adisti, membuat brownies frozen coklat dengan dark choccolate, serta brownies coklat berlapis keju. Bulan ini juga meluncur rasa mocca.
Rasanya tak jauh beda dengan brownies lain yang dipanggang. Jenis pertama terasa agak pahit, sedangkan rasa keju terasa asin dan gurih di lidah. Tapi sensasinya agak berbeda karena semua brownies disajikan dingin setelah dibekukan dalam freezer. Tekstur lembut kue baru terasa setelah tak beku.
Cara pembekuan itu yang dilapis bungkus aluminium, mereka pilih agar kue bisa tahan lama tanpa bahan pengawet. Di luar lemari pendingin, kue bisa tahan 4 hari. Sedangkan di dalam freezer kulkas, bisa tahan hingga 3 minggu.
Usaha membuat brownies dingin saat Adel bertemu dengan Parmarindra Adhisti yang akrab dipanggil Ririn. Mereka kemudian menekuni secara serius kuliner frozen brownies ini, dan pada November 2010, Koedeles secara resmi hadir di Kota Bandung. Gagasan brownies beku berawal dari kegagalan Adel setelah cukup lama tak membuat brownies di dapurnya. Kue yang lembek itu kemudian ia masukkan ke freezer. Setelah dicoba dan rasanya dinilai enak, Adel menawarkan ke teman-temannya. "Ternyata disukai orang," kata Adel.
Frozen brownies itu lantas ia namai sebagai Koedelos, sama dengan nama kedainya. "Koedelos kependekan dari kumpulan orang eksentrik dan enerjik lagi optimis sukses," ujarnya perempuan berjilbab itu. Dapurnya kini di Jalan Bosscha, sedangkan kiosnya di Jalan Ambon, Kota Bandung.
Karena Ingin tampil beda dengan brownies yang sudah beken di Bandung, Koedelos dibuat dengan ukuran kecil, yaitu 10 x 15 dengan ketebalan sekitar 2-3 sentimeter. Ukuran medium seberat 300 gram itu dibanderol Rp 30 ribu. Sedangkan kue berbentuk batangan dijual satuan seharga Rp 8 ribu.
Kini mereka rata-rata membuat 100 kotak per hari untuk pelanggan atau pembeli yang datang ke kios. Sebagian lagi untuk memenuhi pesanan reseller di sejumlah kota di Indonesia, seperti di Bogor, Tangerang, Yogyakarta, dan Balikpapan.
ANWAR SISWADI

