foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Sopir Pertamina Otaki Pencurian Premium  

TEMPO.CO, Kediri - Kepolisian Resor Kediri Kota meringkus komplotan pencuri Premium yang hendak dikirim ke Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Pelaku mampu membuat segel Pertamina yang tak dicurigai petugas SPBU.

Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Ratno Kuncoro mengatakan penangkapan komplotan ini dilakukan Senin pagi usai menerima laporan dari Heny Damayanti, 31 tahun, pemilik SPBU 5464140 di Kelurahan Muning, Kecamatan Mojoroto, Kediri.

"Korban mengaku volume Premium yang diterima tak sesuai dengan takaran," kata Ratno, Senin 13 Februari 2012.

Setelah diselidiki, polisi berhasil melacak praktek pencurian Premium dari atas truk Pertamina. Pelakunya tak lain awak truk sendiri, yakni MB, 39 tahun, sebagai sopir, dan DR, 23 tahun, sebagai kenek.

Keduanya bertugas membuka segel tangki truk dan mengurangi volume Premium di dalamnya. Selanjutnya bensin curian itu dijual kepada MK, 30, pengawas SPBU Muning, untuk dijual kembali.

Polisi sendiri cukup heran dengan kemampuan pelaku membuka dan menutup kembali segel truk, sehingga pemilik SPBU tak mengetahui jika jumlah Premium yang diterimanya tak sesuai dengan delivery order.

Para pelaku mengaku sudah melakukan praktek itu selama lima bulan. Setiap pencurian mereka bisa mengambil 120 liter dengan keuntungan Rp 300 ribu. Sayang mereka tutup mulut ketika ditanya metode membuka segel. "Saya hanya menerima," kata MK.

Saat ini polisi masih mengamankan satu unit truk milik Pertamina yang dipergunakan untuk kejahatan. Polisi juga menyatakan modus membuka segel ini patut diwaspadai pemilik SPBU.

HARI TRI WASONO