Rekaman CCTV pertemuan Nazaruddin dan M. Nasir di LP Cipinang di luar jam bezuk.
Topik
Kepala Kanwil Hukum DKI Bertanya Salah Apa
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Taswem Tarib mengaku terkejut mendengar kabar pencopotan dirinya. Apalagi dia mengetahui pencopotan itu terlebih dulu dari media.
"Katanya (akan dicopot) dan SK belum ada. Mungkin hari ini," kata Taswem ketika dihubungi Senin, 13 Februari 2012.
Taswem justru mempertanyakan alasan pencopotan jabatannya itu. Menurut dia, seluruh tugas sudah dijalankan. Termasuk menegur dan memberi sanksi terkait adanya kartu pas khusus dan kunjungan tengah malam oleh kakak terdakwa kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, ke dalam Rumah Tahanan Cipinang.
Dia menolak disalahkan dalam masalah perlakuan istimewa kepada M. Nasir dan juga anggota Komisi Hukum DPR lainnya. Itu dinilainya sebagai tanggung jawab Kepala Bidang Pemasyarakatan. "Itu persoalan teknis, bukan bidang saya. Tidak terkait langsung dengan saya," kata Taswem.
Dia semakin terkejut mendengar kabar pencopotan karena selama rapat dengan Kementerian tak mendapat kritik tajam tentang persoalan kunjungan tersebut. Rapat terakhir dijalaninya Jumat lalu.
"Saat itu tidak ada bahasan itu," katanya. “Coba tolong Tempo tanyakan ke Kementerian, di mana letak kesalahan saya?"
ATMI PERTIWI





