TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Cari Biaya Bersalin, Suami-Istri Jual Sabu
TEMPO.CO, Jakarta - Sepasang suami-istri nekat menjual sabu untuk biaya melahirkan. Usia kandungan sang istri yang 9 bulan rupanya membuat gelap mata. Perbuatannya terendus dan digagalkan Satuan Polisi Sektor Pelabuhan Sunda Kelapa pada Jumat, 10 Februari 2012, di Kampung Baru Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Tersangka yang mengaku bernama Haswandi, 35 tahun, mengatakan telah menggunakan barang tersebut selama 4 bulan. "Yang pertama makai istri, Rahmawati, 35 tahun, terus saya ikut-ikutan," katanya kepada Tempo ketika ditemui di rumah tahanan Polsek Pelabuhan Sunda Kelapa pada Senin, 13 Februari 2012.
Tersangka yang sehari-hari tinggal di kolong jembatan gantung Jakarta Utara ini mengaku baru menjadi pengedar selama kurang lebih 4 hari.
"Saya tidak punya uang untuk biaya bersalin padahal kelahiran sudah dekat," ucapnya. Menurutnya pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang ojek dan merangkap juru parkir di Kampung Ambon masih kurang untuk kehidupan sehari-hari.
Menurut Kepala Unit Reskrim Polsek Pelabuhan Sunda Kelapa, AKP Hadi Suripto, tersangka mendapatkan barang haram itu dari seorang penjual di Kampung Ambon. "Hanya, tersangka tidak tahu namanya," katanya.
Saat ditangkap tersangka kedapatan membawa sabu seberat 2,4 gram yang dibagi dalam 10 paket kecil. Paket itu akan dijual kepada seseorang yang bernama Ayung. "Per paketnya dijual dengan harga Rp 150.000," ujarnya.
Penangkapan ini bermula ketika Polsek Metro Sunda Kelapa menangkap seorang pengguna bernama Beddi, 37 tahun, di parkiran Pelelangan Ikan, Jakarta Utara, pada Kamis, 9 Februari 2012. "Menurut keterangan Beddi dan warga tempat tinggalnya barang tersebut didapat dari seorang wanita yang sedang hamil tua," kata AKP Hadi.
Rahmawati akhirnya melahirkan anak ketujuhnya yang berjenis kelamin wanita di Rumah Sakit Budi Mulia pada hari Minggu, 10 Februari 2012. "Ketujuh anaknya akan kami titipkan kepada Suku Dinas Sosial Jakarta Utara," kata AKP Hadi.
SYAILENDRA





