foto

TEMPO/Yusnirsyah Sirin

''Video Game'' Bikin Anak Lebih Kreatif  

TEMPO.CO , London - Teror bahwa bermain video game membuat anak jadi kecanduan, anti-sosial, dan kegemukan dibantah penulis asal Inggris, Lucy Prebble.

Penulis drama Sugar Syndrome dan Enron ini berpendapat bermain video game membuat anak lebih terlibat di dalam permainan ketimbang membaca atau menonton televisi. Anak yang suka bermain video game juga lebih aktif dan suka bergaul.

"Video game mampu menarik emosi pemainnya ke dalam permainan dan merangsang kreativitas," kata peraih George Devine Award ini seperti dikutip Dailymail, Senin, 13 Februari 2012.

Dalam tulisannya di The Observer, Prebble mengaku ketika kecil ia sangat tertarik dengan permainan berbasis teks DOS bernama Zork.

Permainan itu, kata dia, mirip seperti menulis. Game Zork, kata Prebble, menjadi salah satu permainan yang merangsang anak untuk lebih kreatif ketimbang membaca buku atau menonton film yang bersifat satu arah.

Dengan bermain video game, menurut Prebble, pemain diharuskan membuat keputusan dan mengatur alur cerita.

Dari pengalaman pribadinya wanita kelahiran tahun 1981 ini menceritakan bagaimana ia, saudara-saudara, dan ayahnya membangun kebersamaan melalui video game. Misalnya, ketika bermain game petualangan, mereka saling membantu, khususnya pada level-level yang sulit dipecahkan.

Mungkin pendapat Prebble ada benarnya. Tapi perlu juga diperhatikan pandangan dari Baroness Greenfields, seorang ahli saraf. Dia mengatakan bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bermain game bisa mengganggu perkembangkan mental dan perilaku anak.

DAILYMAIL|RINI K