foto

TEMPO/Zulkarnain

CSIS: Kepercayaan pada Partai Politik Menurun

TEMPO.CO, Jakarta - Gairah pemilu pada 2014 diprediksi menurun. Hasil penelitian Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan pemilih secara umum kecewa terhadap semua partai politik. "Bahkan cenderung bingung dan menilai kinerja partai politik tidak berpengaruh pada masyarakat," kata peneliti CSIS bidang Departeman Politik dan Hubungan Internasional, Sunny Tanuwidjaja, di kantor CSIS, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin, 13 Februari 2012.

Menurut Sunny, dari penelitian yang dilakukan pada 16-24 Januari dengan metode acak bertingkat ini terlihat potensi persaingan partai politik pada Pemilu 2014 akan lebih ketat. Selain itu, jumlah golongan putih (golput) juga diprediksi meningkat tajam. "Gambaran ini secara keseluruhan merupakan konfirmasi maupun implikasi dari rendahnya kepercayaan publik terhadap parpol," katanya.

Dari hasil penelitian, penurunan dukungan terbesar saat ini dialami Partai Demokrat sebanyak 8,25 persen. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dukungannya berkurang 6,23 persen, Golkar turun 3,95 persen, dan Partai Keadilan Sosial (PKS) turun 4,78 persen. Sedangkan penurunan yang paling rendah dialami Partai Kebangkitan Bangsa, hanya 0,54 persen. "Pemilih PKB adalah pemilih tradisional yang lebih loyal," ujarnya.

Sunny menjelaskan, meski penurunan dukungan terhadap Demokrat menurun, Demokrat tetap menjadi partai yang relatif kuat dari partai lain dengan dukungan 12,6 persen pemilih, diikuti Golkar 10,5 persen, dan PDIP 7,8 persen.

Secara umum, penurunan dukungan karena rendahnya kinerja partai politik, seperti penilaian warga terhadap kinerja kehakiman dan lembaga peradilan. Namun, menurut Sunny, penurunan kepercayaan pada satu partai tidak serta-merta membuat masyarakat memilih partai lain.

IRA GUSLINA