foto

SBY. ANTARA/Widodo S. Jusuf

SBY Minta Pilkada Aceh Berlangsung Damai

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau agar proses pemilihan Kepala Daerah di Nanggroe Aceh Darussalam bisa berjalan dengan damai. "Pemilihan Gubernur Aceh bisa berjalan demokratis, tertib, damai, jujur dan adi" kata SBY dalam pertemuannya dengan wartawan di Istana Negara, Senin 13 Februari 2012." Semua pihak harus menjadi bagian dalam pilkada seperti itu."



Presiden SBY mengingatkan kembali perdamaian yang kini sudah tercipta di Aceh memang bukanlah mudah dicapai. "Dengan kerja keras kita bisa akhiri konflik bersenjata di Aceh. Kita juga bisa membangun kembali Aceh pasca kejadian tsunami," katanya.

Karena itu, SBY berharap proses pilkada Aceh bisa berlangsung dengan baik. Apalagi, sudah ada upaya dari pemerintah pusat memberikan ruang untuk siapapun agar bisa mencalonkan diri sebagai pemimpin baru di Aceh. "Saya pikir tidak baik jika ada pemilihan kepala daerah tetapi ada elemen yang tidak ikut serta," ujarnya.



SBY memberikan apresiasi karena seluruh calon yang kini bersaing bisa berasal dari berbagai elemen yang ada. "Ada dari Partai Aceh, juga perwakilan dari partai nasional," ujarnya. SBY berharap persaingan secara sehat bisa dimunculkan oleh para calon sehingga kemudian muncul pemimpin yang bisa diharapkan. "Kampanye bisa keras, tetapi saya himbau jangan membuat suasana yang keruh," ujarnya.

Pilkada Aceh rencananya bakal digelar pada 9 April 2012 mendatang. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM Djoko Suyanto juga sudah menjadikan proses pemilihan ini sebagai salah satu fokus dalam rapat koordinasi yang digelarnya, Senin siang. "Saat ini sedang dalam proses verifikasi calon, diharapkan prosesnya bisa berjalan dengan baik," katanya.

Djoko juga menyoroti proses pergantian 17 Bupati/Walikota yang akan habis waktunya sebelum pengganti mereka terpilih. "Hal itu kita sedang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri," ujarnya.



EZTHER LASTANIA