Seorang pekerja melintasi Bank ANZ di Sydney, (27/5). Grup ANZ mendapatkan keuntungan sebesar A$2.5 milyar atau $1.95 milyar. REUTERS/Daniel Munoz
Topik
Lagi, ANZ Pangkas 1.000 Karyawan
TEMPO.CO, Jakarta - Meski telah memangkas seribu tenaga kerja dan mengerek suku bunga KPR untuk mengamankan keuntungan, ANZ--Australia and New Zealand Banking Group Limited--masih sakit. Demikian dikatakan CEO ANZ Philip Chronican seperti dikutip The Wallstreetjournal, Senin, 13 Februari 2012.
ANZ mengurangi seribu pekerja 30 September lalu sebagai penyesuaian atas turunnya permintaan jasa keuangan. Hari ini mereka kembali merumahkan seribu karyawan tetap di Australia selama 2012. Sebagian besar adalah karyawan level menengah, administrasi, dan staf pendukung.
Perhimpunan lembaga sektor keuangan mengecam langkah itu. Mereka menganggap tidak ada pembenaran bagi ANZ untuk memangkas begitu banyak karyawan, mengingat catatan keuntungan bank tersebut yang besar. Dengan total keuntungan lebih dari US$ 24 miliar (Rp 215 triliun), ANZ termasuk empat bank terbesar nasional.
ANZ mengatakan pemangkasan itu merupakan respons atas perubahan kondisi perbankan dunia. Perubahan yang dimaksud termasuk tekanan kuat terhadap marjin sehubungan dengan tingginya biaya dana, penurunan permintaan konsumen dan bisnis untuk jasa keuangan, serta peningkatan regulasi global," demikian pernyataan resmi bank.
Pemangkasan besar-besaran akan dilakukan di kantor pusat ANZ tahun ini. Manajemen juga membekukan upah sebagian besar eksekutif senior. "Sesuatu yang berbeda dan sangat sulit sekarang muncul bagi bank global," kata Philip.
Manajemen sadar akan dampak dari pemangkasan karyawan tersebut dan akan memberikan dukungan kepada mereka. Perusahaan akan memanfaatkan dana pelatihan bagi orang-orang yang terkena dampak pemecatan.
ANZ mulai merumahkan karyawan pada Januari ketika mengumumkan 130 posisi yang akan dipangkas dari 24 ribu tenaga kerja di Australia.
Bank yang mempekerjakan sekitar 49 ribu karyawan di seluruh dunia tersebut mengatakan hari ini telah memberi tahu stafnya di Australia bahwa 492 pekerja akan terkena dampak pada putaran terakhir PHK kali ini.
Kebijakan pemangkasan karyawan dilakukan beberapa hari sebelum menyampaikan laporan kuartal pertama yang diharapkan membukukan keuntungan US$ 1,44 miliar (Rp 12,9 triliun). Saham ANZ naik 35 sen, atau 1,6 persen hari ini, menjadi US$ 21.77, mengalahkan pasar keseluruhan yang naik 0,9 persen.
RETNO S





