TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
BRI Emoh Beli Saham Bank Mutiara
TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan tak berminat membeli Bank Mutiara. Direktur Utama Bank BRI, Sofyan Basir, menilai harga jual Rp 6,7 triliun terlalu mahal. Harga jual Bank Mutiara saat ini memang disesuaikan dengan jumlah dana talangan yang diberikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Meski pemerintah sebelumnya mendorong bank berstatus badan usaha milik negara itu membeli Bank Mutiara, Sofyan tegas menyatakan BRI tak akan membeli bank yang dulu bernama Bank Century itu. Ia malah menyarankan agar pihak asing saja yang membeli saham bank itu. "Kami tidak deh, biar asing saja yang membeli itu," dia menuturkan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Senin 13 Februari 2012.
Sebelumnya pengamat ekonomi Aviliani mengatakan bahwa harga yang layak untuk Bank Mutiara hanya berada di kisaran Rp 1,5 triliun. Kisaran harga itulah yang diperkirakan dapat menarik minat investor.
Angka tersebut, Aviliani menuturkan, berdasarkan perolehan laba Bank Mutiara Rp 293 miliar pada 2011 silam dan risiko politik yang ditanggung investor. Pasalnya dengan harga saat ini (Rp 6,7 triliun) pembeli Bank Mutiara diperkirakan baru akan meraup keuntungan setelah 25 tahun.
Senada dengan Aviliani, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono, menyatakan harga jual Mutiara saat ini tak realistis. Ia menilai Mutiara hanya layak dihargai maksimal Rp 3,5 triliun. Selain itu harga Mutiara bisa saja kembali melorot jika risiko reputasi diikutsertakan dalam penghitungan.
ANGGRITA DESYANI





