Boeing 787 Dreamliner di Singapore Airshow. REUTERS/Edgar Su
Topik
Boeing Incar Order US$ 1 Triliun dari Asia
TEMPO.CO, Chicago - Produsen pesawat terbang, Boeing Company, mengincar Asia Pasifik sebagai pasar potensial industri penerbangan. Pabrikan yang berbasis di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, itu menargetkan nilai pemesanan hingga US$ 1 triliun dari maskapai-maskapai Asia selama 20 ke depan.
Menurut perkiraan Direktur Pemasaran Regional Boeing Commercial Airplanes, Jim Edgar, pertumbuhan pasar penerbangan di Asia bisa mencapai 6,7 persen tahun ini. Cina dan India menjadi negara dengan pertumbuhan pasar penerbangan tercepat di dunia. Perkiraan ini terlihat dari pertumbuhan pasar kargo udara serta penumpang. "Kawasan Asia-Pasifik memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi," ujarnya seperti dikutip dari BBC, Senin 13 Februari 2012.
Pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik terlihat dari munculnya masyarakat ekonomi menengah. Pendapatan yang lebih tinggi memicu kenaikan permintaan untuk perjalanan udara. Di saat yang sama konsumen mendapat keuntungan dari munculnya maskapai penerbangan murah yang membuka rute baru ke kota-kota kecil di berbagai negara.
Boeing memperkirakan penerbangan jarak pendek di Asia Pasifik akan tumbuh 7 persen per tahun selama dua dekade mendatang. Boeing mengharapkan adanya kenaikan permintaan, terutama untuk varian pesawat berbadan kecil, 737 dan 737 Max. "Kami membuat kemajuan pesat pada dua jenis pesawat itu," kata Wakil Presiden Pemasaran Boeing Commercial Airplanes, Randy Tinseth.
Saat ini Boeing tengah menggarap lebih dari 1.000 pesawat yang dipesan 15 maskapai penerbangan di Asia. Salah satunya maskapai Lion Air Indonesia, yang memesan 201 pesawat 737 Max dan 29 unit 737 versi baru senilai US$ 21,7 miliar. Tak mau kalah, maskapai asal Uni Emirat Arab, Emirates, juga memesan 50 unit Boeing 777s dengan nilai total US$ 18 miliar.
FERY FIRMANSYAH





