foto

Ilustrasi. applemetr.com

Lagi, Apple Gugat Samsung!

TEMPO.CO, new York - Apple Inc kembali menggugat produsen elektronik Korea, Samsung Electronic, terkait dengan masalah paten. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu menuding Samsung menjiplak teknologi mereka dalam produk ponsel pintar berbasis Android terbaru, Galaxy Nexus.

Kantor berita Reuters mengabarkan kemarin Apple mengajukan permohonan pada Pengadilan Federal California untuk memblokir penjualan Galaxy Nexus. Apple menuding Samsung melanggar empat paten, di antaranya fitur perintah pencarian lewat suara (voice-command search function) serta slide to unlock yang diterapkan pada produk baru itu.

Sedangkan dalam gugatan yang didaftarkan di San Jose, pekan lalu, Apple juga menyatakan Galaxy Nexus melanggar paten karena menyajikan fitur-fitur yang biasa didapat konsumen dari produk mereka, iPhone.

Gugatan baru ini menandai masih panasnya perseteruan Apple dan perusahaan raksasa telepon seluler lainnya tahun ini. Pasalnya, selain Samsung, Apple juga menggugat paten HTC dan Motorola. Klaim itu pun secara tak langsung menyeret Apple dalam sengketa dengan Google lantaran produsen-produsen telepon seluler ini mengadopsi software terbaru lansiran Google, Android Ice Cream Sandwich.

Menanggapi gugatan kali ini, Samsung mengatakan siap berperang melawan Apple di pengadilan. "Kami terus menuntut hak-hak intelektual kami demi memastikan pertumbuhan pada bisnis komunikasi mobile," demikian pernyataan mereka, Senin 13 Februari.

Sebelum gugatan atas Galaxy Nexus, April tahun lalu Apple juga menyerang Samsung lewat tuduhan yang sama. Ponsel dan komputer tablet Galaxy dituduh menjiplak fitur desain iPhone dan iPad, terutama dalam opsi dan ikon layar sentuh. Akibatnya sepanjang tahun lalu Apple dan Samsung pun terlibat 20 sengketa hukum pada 10 negara.

Di sejumlah negara Apple menuai kemenangan. Misalnya pengadilan Australia dan Jerman yang memutuskan penjualan Galaxy Tab varian 10.1 sempat diblokir. Samsung pun membalas dengan tudingan penjiplakan teknologi transmisi 3D pada iPhone 4S yang dijual Apple di Prancis dan Italia.

FERY FIRMANSYAH