Pasar tradisional di Kota Jayapura, Papua. TEMPO/ Arif Fadillah
Topik
Pertumbuhan Pasar Tradisional Terus Turun
TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan mengatakan pertumbuhan pasar tradisional terus menurun sejak 2009. Pertumbuhan pasar yang berbasis di kecamatan, tutur Syarief, mencapai 100 pasar pada 2009, lalu turun menjadi 30 pasar baru pada 2010, dan hingga Februari 2012 pertumbuhan pasar tradisional di bawah 10 unit.
“Saat ini hanya ada 404 pasar tradisional,” katanya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin 13 Februari 2012. Menurut Syarief penambahan pasar tradisional menjadi alarm bagi perkembangan usaha mikro dan kecil. “Yang banyak berdagang di pasar tradisional pengusaha mikro hingga kecil,” ujarnya.
Syarief berharap Dewan mengupayakan penambahan anggaran untuk pembangunan pasar tradisional. Pembangunan pasar tradisional mencapai Rp 1 miliar. Ia mengatakan perkembangan pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tergantung pada dana pinjaman dengan bunga kredit rendah.
Dana bergulir yang disalurkan melalui Kementerian Koperasi, Syarief menambahkan, jauh dari permintaan pengusaha. Saat ini permintaan terhadap dana bergulir mencapai Rp 17 triliun. Ada pun dana bergulir yang disalurkan dari September 2008 hingga Desember 2011 mencapai Rp 1,67 triliun.
Syarief menambahkan rata-rata pengusaha UMKM mengajukan dana pinjaman Rp 100 juta - Rp 2 miliar. Kesulitan pengusaha mendapatkan dana ini, kata Syarief, lantaran aspek seleksi mengedepankan prinsip kehati-hatian kepada debitor.
“Dana ini harus kembali ke kas negara,” katanya.
AKBAR TRI KURNIAWAN





