Mahmoud Ahmadinejad. AP/Javier Galeano
Topik
Infografis
Ahmadinejad Janji Beberkan Program Nuklirnya
TEMPO.CO , TEHERAN:- Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad berjanji dalam beberapa hari ke depan akan mengungkap pencapaian terbaru dari program nuklirnya yang dijamin hanya untuk kepentingan damai.
"Dalam beberapa hari ke depan, dunia akan menjadi saksi peresmian sejumlah capaian besar terbaru dalam bidang nuklir," kata Ahmadinejad kepada kerumunan warga Iran yang berkumpul di Taman Azadi, Teheran, Sabtu lalu, untuk memperingati Revolusi Islam Iran ke-33.
Pencapaian itu diduga berupa hasil pengayaan uranium berupa bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir dalam bentuk batangan kecil atau pelet. Ahmadinejad tidak menjelaskan lebih jauh soal pencapaian yang akan diumumkan kepada masyarakat internasional.
Ada dugaan pemberitahuan Ahmadinejad berhubungan dengan fasilitas pengayaan uranium Iran yang dilakukan di bawah tanah di Fordo, yang diprediksi akan dimasukkan ke fasilitas yang berada di pusat Kota Natanz. Iran juga telah mengumumkan akan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dibangun oleh Rusia di pelabuhan selatan Bushehr pada 2012.
Namun Amerika Serikat, Israel, dan Barat berkukuh menuding program nuklir Iran bertujuan memproduksi senjata berupa bom atom. Walhasil, ketegangan antara Iran dengan Amerika dan sekutunya terus meningkat dan saling mengancam untuk melakukan serangan.
Komandan Pengawal Revolusi Mohammad Shirdel mengingatkan Amerika dan sekutunya. "Jika serangan dilakukan oleh rezim Zionis Israel, kami akan berbalik membuatnya jadi abu," kata Shirdel. "Ribuan rudal kami akan ditujukan ke Israel dan 40 pangkalan Amerika di kawasan itu."
Meski eskalasi konflik terjadi, Ahmadinejad membuka pintu untuk bernegosiasi menyelesaikan konflik saling curiga itu. Pada bulan lalu, pejabat Iran menawarkan pembicaraan dilanjutkan dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.
"Iran siap berbicara dalam kerangka kesetaraan dan keadilan," kata Ahmadinejad seraya mengingatkan bahwa Teheran tidak akan pernah mau berbicara jika musuhnya arogan.
Sanksi atau embargo yang dilakukan Amerika dan lembaga keuangan Uni Eropa bakal menimbulkan dampak buruk bagi 74 juta rakyat Iran beberapa minggu sebelum pemilihan parlemen digelar. Ini pemilihan pertama kali sejak sengketa suara dalam pemilihan presiden pada 2009. Oposisi mengatakan hal itu merupakan bentuk kecurangan guna mengamankan Ahmadinejad, yang akan maju lagi dalam pemilihan presiden.
Kemarin, kantor berita Iran melaporkan lebih dari 30 juta orang di sana tersebut tidak dapat mengakses Internet. Iran memblokir penggunaan Internet sejak aksi protes meramaikan negara itu saat pemilihan presiden pada 2009.
AP I REUTERS I YNETNEWS I MARIA RITA





