Seorang demonstran berpakaian militer membawa bendera revolusi Suriah saat demonstrasi di depan kedutaan besar Rusia, di Beirut, Lebanon (5/2). REUTERS/Stringer
Topik
Suriah Tolak Proposal Perdamaian Liga Arab
TEMPO.CO , Damaskus - Suriah menolak resolusi usulan Liga Arab yang berisi pengiriman misi perdamaian gabungan Arab-PBB untuk mengakhiri konlfik berdarah yang telah berlangsung selama 11 bulan.
Dalam dokumen resolusi yang diterima BBC secara rahasia itu juga disebutkan bahwa Liga menyerukan kepada seluruh perwakilan negara yang ada di Suriah segera menghentikan kerja samanya.
Menurut utusan Damaskus di Kairo, Yusuf Ahmed, rencana Liga Arab tersebut merupakan refleksi dari kekalutan sejumlah negara.
Menyikapi peristiwa berdarah di Suriah yang skalanya kian meningkat, Dewan Keamanan PBB akan segera menyiapkan sidang perdebatan mengenai Suriah. Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Navi Pillay, yang mengritik tajam sikap represi Presiden Bashar al-Assad, diharapkan memberikan pidatonya di Dewan.
Tak ketinggalan Liga Arab juga bersikap keras. Lembaga ini menyatakan akan "membuka saluran komunikasi dengan kelompok oposisi di Suriah dan menyiapkan seluruh bentuk dan dukungan materi kepada mereka", seraya menyerukan agar kelompok-kelompok oposisi bersatu.
Wartawan BBC di Kairo, Jeremy Bowwen, mengatakan resolusi baru yang disampaikan oleh Liga Arab tersebut mungkin berisi bahasa yang sulit dimengerti di Suriah, sehingga perlu disampaikan melalui Dewan Keamanan PBB.
Resolusi Liga Arab juga secara resmi mengakhiri misi pengamatan yang dilakukan sejak Desember hingga Januari lalu, sembari menunggu diakhirinya tindak kekerasan di sana. Kepala misi Liga Arab asal Sudan, Jenderal Mohammed al-Dhabi, terpaksa mengundurkan diri dari misi Liga karena tak berhasil menyakinkan pemerintah Suriah.
Dukungan terhadap kelompok oposisi di Suriah tak hanya datang dari negara-negara Arab, bahkan Al-Qaidah pimpinan Ayman al-Zawahri menyampaikan pesan kepada seluruh kelompok oposisi agar terus melawan Presiden Bashar al-Assad. Pesan tersebut disampaikan melalui rekaman video yang diunggah ke Internet pada 12 Februari 2012 selama delapan menit.
BBC | CHOIRUL





