foto

Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

Diduga Menyuap, Jurnalis The Sun Dibekuk

TEMPO.CO , LONDON:- Polisi Inggris, akhir pekan lalu, menahan delapan orang, lima di antaranya jurnalis senior harian The Sun milik taipan media Rupert Murdoch. Para jurnalis tersebut dituduh menyuap aparat berwajib untuk memperoleh bocoran berita. Sedangkan aparat yang turut ditahan terdiri atas seorang polisi di wilayah Surrey, seorang pegawai di Kementerian Pertahanan, dan seorang tentara.

Penangkapan ini merupakan skandal terbaru media milik Murdoch. Sebelumnya, tabloid News of the World terpaksa ditutup akibat skandal penyadapan telepon terhadap sejumlah pihak, dari artis hingga politikus. Akibat insiden ini, sejumlah orang mengundurkan diri, termasuk Rebekah Brooks, Direktur Eksekutif News International Inggris, dan Andy Coulson, mantan editor Murdoch yang menjadi penasihat media Perdana Menteri David Cameron.

Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Elveden, yakni upaya menghentikan pencarian berita secara ilegal yang mengguncang Inggris beberapa waktu terakhir. Penangkapan tersebut dilakukan berkat informasi dari komite pencari fakta manajemen News Corps. "Komite ini menyediakan informasi yang mengiring pada penangkapan hari ini," demikian pernyataan resmi News Corp.

Menurut sebuah sumber, kelima jurnalis yang ditahan akhir pekan lalu adalah editor foto John Edwards, kelapa reporter John Kay, kepala koresponden asing Nick Parker, reporter John Sturgis, dan asisten editor Geoff Webster. Meski informasi berasal dari orang dalam, penahanan ini menuai kecaman banyak pihak. Salah satunya dari Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Jurnalis Inggris Michelle Stanistreet. Ia menilai upaya ini sebagai pengkhianatan manajemen terhadap karyawannya sendiri.

Murdoch dikabarkan akan berkunjung ke London pekan ini dan menemui para karyawan tersebut untuk meredakan ketegangan. Direktur Eksekutif News International Tom Mockridge mengirim memo kepada seluruh anggota staf: "Saya menerima komitmen penuh dari Rupert Murdoch untuk tetap menerbitkan The Sun." Agar The Sun tetap dapat terbit hari ini, banyak pegawai yang sukarela bekerja tanpa libur di akhir pekan.





 REUTERS | BBC | SITA PLANASARI A