Menurut para siswa Sekolah Integral Luqman Al Hakim, perayaan Hari Kasih Sayang hanya hura hura dan mengarah pada maksiat. TEMPO/Fully Syafi
Foto Terkait
Mahasiswa Tolak Hari Kasih Sayang
TEMPO.CO, Yogyakarta - Sekitar 30 mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar aksi Gerakan Menutup Aurat Senin 13 Februari 2012. Mahasiswa menggelar aksi itu di kawasan kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang Kilometer 14,5, dan di pertigaan di depan Markas Komando Resor Militer 072/Pamungkas. "Aksi ini wujud penolakan kami pada perayaan Valentine Day," kata Ketua Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi UII, Iwan Yuan Harmedo, kepada Tempo di Sleman.
Alasannya, kata Iwan, perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day tiap 14 Februari itu selalu dibumbui dengan tindakan tak bermoral. Dia mencontohkan, ada mahasiswa yang belum menikah melakukan hubungan suami-istri untuk merayakan Valentine Day. "Itu termasuk zina. Jadi lewat gerakan ini kami mengajak mahasiswa di Yogyakarta untuk menjauhi zina," kata Iwan.
Aksi mereka juga didukung Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPAI) UII Agus Taufiqurrahman. "Karena Valentine Day tidak ada dalam ajaran Islam," ujar Agus.
Mahasiswa menyebarkan stiker dan selebaran kepada mahasiswa ataupun masyarakat umum. Stiker itu bertulisan: "Jilbab pakaian taqwa, taqwa balasan surga". Sementara itu, UII mewajibkan mahasiswanya mengenakan pakaian yang menutup aurat. "Masalahnya, banyak mahasiswi yang membuka aurat saat di luar kampus," kata Iwan.
Tapi, menurut seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi UII angkatan 2008, Zaitunah Diansari, aturan menutup aurat hanya berlaku di dalam kampus. Aturan itu dinilai tak mengikat mahasiswa saat berada di luar kampus. "Mahasiswi UII yang berada di luar kampus tak wajib menutup aurat. Yang penting sopan," kata Dian.
Aksi yang sama telah digelar pada Sabtu malam pekan lalu dari perempatan Tugu Yogyakarta hingga Alun-alun Selatan Yogyakarta. Aksi itu merupakan aksi solidaritas gerakan menutup aurat internasional yang akan dilakukan hari ini, 14 Februari, secara serentak di beberapa kota besar dan kaum muslim di Malaysia, London, Thailand, Hong Kong, dan Macao.
PITO AGUSTIN RUDIANA





