TEMPO/Fahmi Ali
Topik
Polisi Perampok SPBU Terkenal Rajin dan Disiplin
TEMPO.CO, Jakarta - Brigadir Rahmat, salah satu pelaku perampokan di SPBU Condet dikenal rajin dan disiplin oleh rekan-rekannya. "Kami enggak menyangka dia pelakunya," kata Juru Bicara Polres Jakarta Timur, Komisaris Didik Heryadi, Selasa 14 Februari 2012.
"Ketika saya ketemu teman-teman dia kemarin, semuanya tidak menyangka. Dia enggak bandel," tambahnya. "Disiplinnya baik, dinasnya rajin, pendiam. Pas operasi, dia cekatan, sering menangkap copet dan menemukan orang bawa celurit. Nilainya plus."
Hal ini dibenarkan rekan satu angkatan Rahmat, Brigadir Imam. Menurutnya, Rahmat adalah orang yang rajin dan bergaul seperti polisi pada umumnya. "Orangnya rajin. Pergaulannya ya biasa saja." Tapi, Imam mengatakan Rahmat memang tak pernah menyinggung masalah pribadinya.
"Saya enggak menyangka dia begitu," kata Komisaris Imran Gultom, Kepala Polsek Kramat Jati, atasan Rahmat. Namun, ia menyebut pihaknya tidak bisa mengawasi seluruh anak buah 24 jam. "Pengawasan dia kan hanya selama dinas."
Rahmat, asal Ciracas, adalah bintara unit patroli Polsek Kramat Jati. Sehari-hari dia memang sering berpatroli di kawasan Condet.
Malah, kata Didik, setiap pekan, sebanyak dua sampai tiga kali Rahmat datang ke SPBU. "Dia sering nongkrong di sana. Pihak SPBU sering minta dikawal ke bank," ujar Didik.
"Itu dalam rangka memberi pelayanan pada masyarakat. Dia sering istirahat di situ," kata Imran. Baik Didik maupun Imran mengaku belum tahu motif Rahmat merampok bersama komplotannya, Jarot.
"Kemarin belum bisa saya tanya. Dia masih kelihatan stres," kata Didik. Ia mengatakan, Rahmat menangis menyesali perbuatannya dan meminta maaf. "Dia minta maaf pada atasannya."
Didik menduga, motif ekonomi jadi penyebab tindakan Rahmat. "Saya rasa enggak jauh-jauh dari ekonomi. Pasti dia juga lagi butuh uang," ujarnya.
Rahmat masuk kepolisian tahun 2003. Dengan pangkat dia sekarang, pria 29 tahun itu digaji Rp 3,5 juta per bulan. "Dia punya satu istri dan dua anak yang masih SD," Imran menjelaskan.
Seperti diberitakan kemarin, Senin pukul 3.30 WIB, Rahmat dan Fajar Yiono alias Jarot mendatangi SPBU di Jalan Raya Condet, Batu Ampar, Jakarta Timur. Mereka menggasak uang senilai Rp 217 juta kemudian kabur dengan motor curian.
Namun, pelarian mereka tak bertahan lama. Pagi pukul 9.00, Jarot diciduk di bengkelnya di kawasan Makasar. Kini mereka ditahan di Polda Metro Jaya untuk diperiksa.
ATMI PERTIWI





