foto

Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

Apple Lakukan Inspeksi pada Pabriknya  

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Apple, raksasa di bidang komputer, mengumumkan adanya inspeksi terhadap kondisi pabrik-pabrik yang menghasilkan produk Apple. The Fair Labor Association (FLA) akan mengaudit sejumlah pemasok, termasuk Foxconn di Cina, atas permintaan Apple.

Keselamatan di pabrik-pabrik tersebut kembali diawasi setelah terjadinya serangkaian kecelakaan fatal dan aksi bunuh diri pekerja dalam beberapa tahun terakhir. "Pekerja di mana pun memiliki lingkungan kerja yang aman dan adil," kata CEO Apple Tim Cook, seperti dikutip BBC, Selasa, 14 Februari 2012.

Karena itu, dia mengatakan, perusahaan meminta FLA secara independen menilai kinerja pemasok terbesar. Saat ini, inspeksi sedang berjalan dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di industri elektronik, baik dalam skala dan ruang lingkup. "Kami menghargai FLA setuju untuk mengambil langkah mengidentifikasi pabrik dalam laporan mereka."

Presiden FLA Laurent Van Heerden akan memimpin penyelidikan dan akan melihat karyawan diwawancarai di pabrik-pabrik besar Foxconn di Shenzhen dan Chengdu. Hasil penilaian pertama akan diterbitkan awal Maret mendatang.

Pemeriksaan akan berlanjut ke pabrik-pabrik yang dijalankan oleh Quanta dan Pegatron akhir tahun ini. Secara total, audit akan mencakup pemasok yang bertanggung jawab terhadap 90 persen produk Apple.

Sebenarnya, ada banyak perusahaan teknologi lain yang men-subkan pekerjaan kepada pabrikan Foxconn dan beberapa pemasok Cina lain. Namun pangsa pasar Apple yang besar membuat perusahaan ini dipilih karena keuntungan yang besar.

Bulan lalu, perusahaan ini menjadi subyek investigasi New York Times yang menduga ada sesuatu yang membahayakan di pabrik-pabrik pemasok. Hal itu dilakukan karena kecelakaan yang terjadi belakangan. Pada Mei 2011, dua orang tewas setelah ledakan di sebuah pabrik di Chengdu.

Pada Juni, setelah beberapa kasus bunuh diri, Foxconn--sektor swasta yang memiliki pekerja sejuta lebih, paling banyak di Cina--menaikkan upah dan memperpendek jam kerja.

Pemasok Apple lainnya, Wintek, juga dalam pengawasan ketat ketika 137 pekerja di Cina timur terluka setelah mereka menggunakan zat kimia beracun---n-heksana--untuk membersihkan layar iPhone.

Apple mengaku telah mengaudit setiap pabrik perakitan akhir sejak 2006. Hasil audit tersebut ditampilkan di website perusahaan.

Hasil investigasi The New York Times telah menemukan kasus pekerja di bawah umur dan staf yang dibayar kurang dari upah minimum.

Sebuah petisi yang menyerukan agar produk Apple, seperti iPhone, dibuat lebih etis, telah menarik simpati banyak orang. Setidaknya, 50.000 tanda tangan telah dibubuhkan.

RETNO S