foto

Running text pada papan bursa saat pencatatan Sukuk SR-001 di Bursa Efek Indonesia,Jakarta, Kamis (26/2). TEMPO/Panca Syurkani

StanChart Akan Terbitkan Sukuk Tahun Ini

TEMPO.CO, Jakarta - Standard Chartered (StanChart) Bank berencana menerbitkan kembali sukuk retail pada Maret 2012. StanChart berharap penerbitan obligasi syariah atau sukuk ini mampu mengulang kesuksesan penerbitannya tahun lalu.

Direktur Wealth Management StanChart Bank, Lanny Hendra, mengatakan nasabah sedang mencari produk sukuk. "Saat ini saja sudah mulai banyak yang menanyakan," ujar Lanny seusai seminar "Fragile West, Resilient East" di Hotel Mulia, Kamis 16 Februari 2012.

Menurut dia, tahun lalu StanChart Bank ikut menerbitkan sukuk retail dengan kode SR003. Diperkirakan sebanyak 400-500 nasabah telah memegang sukuk tersebut tahun lalu. “Kami menargetkan tahun ini akan terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” katanya.

Lanny mengatakan penjualan sukuk di StanChart selalu mengalami kelebihan permintaan. "Soalnya produknya terbatas dan hanya terbit setahun sekali," katanya.

Namun Lanny belum bisa memerinci berapa besaran sukuk yang akan diterbitkan tahun ini. "Kami harus berkoordinasi dulu dengan Kementerian Keuangan terkait dengan besaran sukuk ysng akan kami terbtkan tahun ini."

Sebelumnya pemerintah RI berhasil menyerap dana sebesar Rp 2,175 triliun dalam lelang lima seri sukuk, 14 Februari lalu. Dalam lelang tersebut hanya tiga seri sukuk yang bisa dilelang.

Seri yang berhasil diserap pemerintah antara lain seri PBS001 bertenor empat tahun bernilai Rp 25 miliar. Kemudian seri PBS003 bertenor 15 tahun senilai Rp 100 miliar, dan seri PBS004 bertenor 25 tahun dengan nilai Rp 2,05 triliun. Sukuk tersebut oversubscribed sebesar tujuh kali atau senilai Rp 7,05 triliun. Nilai ini tujuh kali lipat dari nilai indikasi yang hanya mencapai Rp 1 triliun.

Selain itu ia menjelaskan pertumbuhan nasabah wealth management di perusahaannya sangat menggembirakan. "Sejak dimulai tahun lalu kini jumlah nasabah kaya meningkat dua hingga tiga kali."

SUBKHAN