SBY Ingin Sangiran Jadi Pusat Kajian Manusia Purba   | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

SBY Ingin Sangiran Jadi Pusat Kajian Manusia Purba  

Kamis, 16 Februari 2012 | 16:49 WIB

Dua petugas melakukan rekontruksi fosil hewan purba di laboratorium Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Jawa Tengah (18/1). Rekonstruksi dilakukan untuk mengembalikan bentuk asli fosil. ANTARA/Hasan Sakri Ghozali

TEMPO.CO , Sragen - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan terkesan pada museum Sangiran di Sragen, Jawa Tengah. Menurutnya penataan museum cukup bagus dan bisa menjadi obyek wisata yang menarik bagi turis.

“Sangiran bisa menjadi obyek turis dan pusat studi untuk mengenal dunia di masa lalu,” kata Presiden Yudhoyono seusai meninjau museum tersebut, Kamis, 16 Februari 2012.

Indonesia, kata Presiden, patut bangga karena ternyata menjadi bagian dari peradaban yang pernah hidup di masa lalu. Bagi putra-putri Indonesia, ini menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan studi dan mengenal peradaban di masa silam.

“Saya mengajak masyarakat datang ke Sangiran,” katanya. Dia mengatakan telah memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran untuk terus mengembangkan Sangiran agar lebih lengkap.

Saat ini dari empat klaster di kubah Sangiran, baru satu klaster yang dibangun. “Saya berharap dalam 1-2 tahun sudah selesai,” ujarnya.

Selain sebagai tempat wisata, Sangiran bisa dikembangkan menjadi pusat studi tentang kehidupan manusia, termasuk ekosistemnya, di masa lalu.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harry Widianto, mengatakan pengembangan Sangiran baru menyelesaikan klaster Krikilan. Kemudian pada tahun ini akan dimulai pembangunan di klaster Dayu.

"Lantas pada 2013 giliran klaster Ngebung dan Bukuran yang dibangun," tuturnya. Harapannya pada awal 2014 seluruh klaster selesai dibangun. Dia berharap Sangiran akan menjadi pusat kajian evolusi manusia purba di Asia.

Kubah Sangiran sendiri memiliki luas sekitar 56 kilometer persegi dan meliputi Sragen dan Karanganyar. Ada 4 klaster yang menjadi pusat peradaban manusia purba, yaitu Krikilan, Bukuran, Ngebung, dan Dayu.

Manusia purba jenis Homo Erectus diperkirakan telah tinggal di Sangiran sejak 1,5 juta tahun lalu. Hingga kini telah ditemukan lebih dari 100 individu, yang mewakili 50 persen dari populasi Homo Erectus di seluruh dunia.

UKKY PRIMARTANTYO