foto

TEMPO/Imam Sukamto

Seruan Boikot Media Bakal Rugikan Demokrat Sendiri

TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat politik dan komunikasi Profesor Tjipta Lesmana menilai seruan boikot media massa oleh kader Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, hanya akan merugikan Partai Demokrat. "Dia (Jemmy) tidak mengerti komunikasi," ujar Tjipta saat dihubungi Tempo, Ahad, 19 Febriari 2012.

Tjipta pun mempertanyakan tujuan konkret dari seruan boikot tersebut. Jika seruan itu sebagai reaksi kader terhadap pemberitaan media massa yang memojokkan Partai Demokrat, hal tersebut tidak akan efektif.

Sebab, menurut Tjipta, jika kader-kader Demokrat setuju dengan pemboikotan dan menolak wawancara media massa, para pewarta dengan sendirinya akan mencari sumber lain di luar Demokrat. "Itu malah makin rugi, kalau dari Demokrat sendiri yang ngomong kan malah ada konfirmasinya," ujar Tjipta.

Kemudian Tjipta mengatakan jika tujuan seruan boikot tersebut sebagai upaya memonopoli kebenaran, hal tersebut sia-sia. Sebab menurutnya yang memegang kebenaran yang sebenarnya adalah masyarakat. "Jadi biarkan masyarakat sendiri yang mencari kebenarannya," ujarnya.

Kemarin, Kepala Biro Bidang Hukum dan HAM Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, menyerukan seluruh kader Partai Demokrat untuk tidak melayani permintaan wawancara media yang dianggapnya mengadu domba internal partai. "Saya meminta agar seluruh kader bisa menahan diri untuk tidak memberikan keterangan," katanya kemarin.

Jemmy mengakui seruan tersebut bukan merupakan sikap partai melainkan seruan dia sebagai fungsionaris Partai Demokrat. Menurutnya, adu domba di depan publik oleh media massa terhadap kader Partai Demokrat tidak hanya dilakukan satu atau dua kali saja, tapi sudah berkali-kali.

INDRA WIJAYA