foto

Max Sopacua. TEMPO/Imam Sukamto

Max Sebut Seruan Boikot Media Statemen Konyol  

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, munculnya seruan memboikot media massa dari salah satu kadernya adalah bentuk penghancuran partai dari dalam. Menurut dia, media justru banyak membantu Demokrat dalam mengkomunikasikan kebijakan pemerintahan yang diusung.



 



"Itu statemen konyol. Cara-gara statemen seperti ini yang justru menghancurkan Demokrat dari dalam," ujarnya kepada Tempo, Ahad 19 Februari 2012.

Sebelumnya, Kepala Biro Bidang Hukum dan HAM Partai Demokrat, Jemmi Setiawan, menyerukan seluruh rekan-rekannya untuk tidak melayani wawancara media, yang dianggapnya mengadu domba jajaran partainya. Menurut dia, adu domba itu tidak hanya dilakukan sekali dua kali tetapi sudah berkali-kali.



 



Dia menyebutkan ada media yang memiliki tendensi politik untuk menghancurkan Partai Demokrat. Namun Jemmi enggan menyebutkan media mana yang dimaksudkannya.

Menurut Max, komentar anak buahnya itu tak masuk akal. Sejak dilahirkan, Demokrat justru ingin selalu menjadikan media sebagai rekan dalam membangun partai serta bangsa dan negara. Apalagi, posisi Demokrat saat ini sebagai partai utama pendukung pemerintahan. "Kalau tidak ada media, memang dia mau komunikasikan kebijakan pemerintah dari mana? Memangnya Demokrat punya media sendiri," ujarnya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR RI ini juga meminta kepada rekan-rekannya agar memberikan pernyataan yang bisa mendorong upaya pemulihan partainya yang tengah limbung dirundung masalah. Ia menuding bahwa masalah yang tengah melanda Demokrat justru dijadikan panggung bagi orang-orang baru yang tak paham situasi.



 



"Saya yakin ini hanya orang-orang baru yg mencari panggung. Seharusnya bisa memilah mana pembicaraan yang menguntungkan dan merugikan," ujarnya.



 



FEBRIYAN