foto

Dominique Strauss-Kahn. REUTERS/Reuters TV

Strauss-Khan Diperiksa Polisi Terkait Pelacur

TEMPO.CO, Lillie - Bekas bos Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn kali ini bakal sesak nafas karena harus berurusan dengan polisi Kota Lillie, Prancis.

Pria gaek yang kini berusia 63 tahun itu, Selasa, 21 Februari 2012, harus menghadapi investigasi polisi setempat selama 48 jam karena dianggap pernah berpesta bersama sejumlah eksekutif perusahaan disertai pelacur.

Mantan menteri keuangan yang pernah mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis pada Pemilu 2012 ini juga pernah kesandung masalah dengan perempuan. Mei lalu, dia didakwa memperkosa seorang pegawai hotel di New York. Namun, dakwaan tersebut digugurkan majelis hakim lantaran pengaduan korban tidak terbukti.

Belum selesai bernafas lega, Strauss-Kahn diadukan putri baptis istri keduanya, Tristano Banon, ke pihak berwajib karena pernah sang putri mengaku diperkosa. Lagi-lagi, pengaduan perempuan 32 tahun itu kandas sebab tak memiliki bukti kuat.

Pelacuran di Prancis sesungguhnya bukanlah perbuatan haram. Tetapi yang dipersoalkan polisi adalah Strauss-Kahn diduga kuat menggunakan uang perusahaan untuk membayar pelacur ketika mengadakan pesta dansa di hotel mewah di Kota Lillie, Carlton Hotel. Polisi juga ingin mendapatkan informasi dari Staruss-Kahn yang dianggap mengetahui pesta seks yang dia hadiri di Paris dan Washington.

Dalam kasus ini, delapan orang berikut dua pengusaha yang dekat dengan Staruss-Kahn dan seorang komisioner polisi telah ditahan. Tak lama kemudian firma Eiffage memecat salah seorang eksekutifnya lantaran diduga menggunakan uang perusahaan untuk membayar pelacur.

Staruss-kahn mengaku bahwa dirinya dipanggil polisi karena abdi negara tersebut ingin tahu banyak soal pelacuran terkait dengan kasus Kota Lillie. Sedangkan pengacara Strauss-Kahn, Henri Leclerc, mengatakan bahwa kliennya tak berpikir bahwa perempuan yang datang pada pesta tersebut merupakan para pelacur.

REUTERS | CHOIRUL