foto

Aparat kepolisian jajaran Polda Aceh memperlihatkan 12 paket sabu bersama tiga tersangka di ruang Satuan Narkoba Polsek Banda Sakti Lhokseumawe, Aceh. Rabu (21/12). ANTARA/Rahmad

Wadir Narkoba Sempat Curhat ke Istri Soal Kerja

TEMPO.CO, Jakarta -
Medan – Tak terima suaminya dicopot dari jabatan Wakil Direktur Narkoba Polda Sumut, Rinawandini, istri Ajun Komisaris Besar Apriyanto Basuki Rahmat buka suara.

Dini, panggilan Rinawandini membantah semua tuduhan kepada suaminya. Ia menduga ada rekayasa dan fitnah untuk menjebak suaminya.

Dini menuturkan, sebelum Apriyanto terimbas masalah kepemilikan pil haram di Paramount, suaminya kerap mengeluh tentang hubungan kerja dengan para perwira di Polda Sumut. “Sering mengeluh dia (Apriyanto) belakangan ini. Yang namanya kerja tentu ada saja keluhan dan masalah,” kata Dini, Rabu, 22 Februari 2012.

Mengenai kehadiran teman wanita Apriyanto bernama Sri Agustina yang sudah menjadi tersangka saat polisi menggerebek kelab malam itu, Dini mengaku mengenal Sri Agustina. ”Saya sudah menganggap Sri sebagai adik. Saya tahu persis siapa Sri. Beberapa kali saya bahkan menjemput Sri setibanya di Bandara Polonia Medan,” kata Dini.

Menurut Dini, saat hendak ke Paramount, kelab malam, suaminya sempat pamit kepadanya. Apriyanto berangkat dari rumah sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu, 11 Februari 2012, dan sampai di rumah sekitar pukul 00.00 WIB. Saat Paramount digerebek polisi, Apriyanto sudah berada di rumah bersama Dini.

“Suami saya berada di Paramount bertemu Jhonson Jingga manajer kelab untuk menukar uang rupiah ke bath, mata uang Thailand. Suami saya seharusnya berangkat ke Thailand menghadiri seminar bersama pejabat Badan Narkotika Nasional,“ kata Dini kepada wartawan saat temu pers, Rabu 22 Februari 2012.

"Tidak ada barang bukti pil happy five seperti yang dituduhkan kepada suami saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca, seraya menyebut penangkapan suaminya adalah rekayasa dan fitnah.  “Hanya Tuhan yang tahu. Tuhan tak pernah tidur. Suami saya di-dzalimi. Sudah difitnah oleh orang yang membuat rekayasa ini semua.“

Direktur Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar Andjar Dewanto membenarkan rencana keberangkatan wakilnya itu ke Thailand. “Benar, seharusnya AKBP Apriyanto Basuki Rahmat ke Thailand Minggu, 12 Februari 2012. Namun saya tak tahu dia ada di kelab Paramount untuk menukar uang,“ kata Kombes Andjar kepada Tempo.

AKBP Apriyanto Basuki Rahmat dikenal sebagai perwira yang rajin dalam pemberantasan narkoba bersama Badan Narkotika Nasional. Bersama Brigadir Jenderal Benny Mamoto Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Apriyanto pernah menemukan 7 hektare ladang ganja di tujuh lokasi di lereng Gunung Tor Sihite, Huta Tua, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, akhir tahun 2011 lalu.

Lokasi ladang ganja itu merupakan yang terbesar setelah penemuan ladang ganja Aceh. “Dua kali dia (AKBP Apriyanto) ikut operasi penumpasan ladang ganja di Mandaling Natal, “ kata Kombes Andjar.


SAHAT SIMATUPANG



Berita Terkait:

Bantahan Istri Wadir Narkoba yang Dicopot

Direktur Narkoba Polda Sumut Ditangkap

Wadir Narkoba yang Dicopot Diperiksa Hari Ini

Wadir Narkoba Polda Sumut Dicopot Akibat Narkoba

Happy Five, Pil yang Disimpan Wadir Narkoba Sumut 

Pengakuan Pelayan Kelab Bikin Apriyanto Dicopot