Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/2). ATEMPO/Subekti
Infografis
Menteri Andi Akui Bicarakan Hambalang dengan Nazar
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng mengaku sempat membicarakan proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang dengan Muhammad Nazaruddin di ruangannya di Kementerian Pemuda dan Olahraga awal 2010. Saat itu Nazar masih menjadi anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.
“Saya tidak ingat kalimat-kalimatnya. Tapi mungkin saja terdakwa (Nazar) bicara segala macam. Tapi sertifikat Hambalang saya sudah tahu beberapa hari sebelumnya dari biro umum kementerian saya dan dari Sekretaris Menteri (Wafid Muharam),” kata Andi ketika bersaksi untuk Nazaruddin dalam kasus suap Wisma Atlet Jakabaring di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 22 Februari 2012.
Andi menjawab pertanyaan ketua majelis hakim, Dharmawati Ningsih, ihwal pengakuan Ketua Komisi Olahraga DPR Mahyuddin dalam sidang beberapa waktu lalu. Menurut Mahyuddin, dalam pertemuan di ruangan Andi yang juga dihadirinya dan anggota Komisi Olahraga, Angelina Sondakh, Nazar menyampaikan ke Andi bahwa sertifikat Hambalang sudah selesai.
Ditanya hakim soal Hambalang, Andi awalnya sempat menjawab berbelit-belit dan terdengar tergagap. Sampai akhirnya hakim Dharmawati meminta Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu untuk menegaskan benar atau tidak Nazar melapor padanya soal perkembangan proyek Hambalang.
Menurut Andi, memang benar Nazar dalam pertemuan itu bicara soal sertifikat Hambalang yang sudah rampung. Namun, kata Andi, hal itu bukan informasi yang baru baginya. “Itu bukan hal baru bagi saya. Itu saya anggap sebagai apresiasi. Sertifikat itu selesai tak lama setelah saya jadi menteri,” katanya.
Hakim kemudian bertanya bagaimana reaksi Andi setelah mendengar laporan Nazar. Andi lagi-lagi menjawab bahwa soal itu bukan informasi baru baginya karena itu tidak ditanggapi secara berlebihan. “Saya anggap itu bukan informasi baru, jadi saya tidak tanggapi secara spesifik,” kata Andi.
Andi mengklaim dalam pertemuan tersebut ia tak membicarakan soal proyek, termasuk pembangunan kompleks olahraga Hambalang. “Mereka hanya kasih selamat karena di SEA Games Laos, Indonesia bisa juara III. Lalu mereka tanya rencana ke depan kementerian apa saja,” ujarnya. “Saya enggak mau bicara proyek-proyek.”
Kasus pembebasan lahan Hambalang mengemuka setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut proyek pembangunan kompleks olahraga di tempat tersebut. Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan Komisi, di antaranya pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga, konsultan proyek, dan pegawai Badan Pertanahan Nasional.
Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, beberapa waktu lalu mengungkapkan pembebasan lahan Hambalang bisa mulus lantaran ada fee yang mengalir ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Proyek itu kemudian digarap PT Adhi Karya sejak 2010 lalu menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar Rp 1,52 triliun.
Menurut Nazar, fee yang didapat dari proyek Hambalang sebesar Rp 50 miliar digunakan Anas Urbaningrum untuk menang dalam bursa Ketua Umum Demokrat dalam kongres di Bandung, Jawa Barat, 2010 lalu. Namun hal tersebut dibantah Anas.
ISMA SAVITRI
Berita terkait:
Menteri Andi Akan Ditanya Soal Ide Wisma Atlet
Andi Mallarangeng Janji Jujur Beri Kesaksian
Pihak Nazar Akan Tanyakan Fee 8 Persen kepada Andi
Menteri Andi Blakblakan Soal Angie dan Wisma Atlet
Soal Wisma Atlet, Ini Jawaban Andi Mallarangeng





