Diana Maringka. ANTARA/M Agung Rajasa
Topik
Ada Orang Kuat di Balik Pengakuan Diana Maringka
TEMPO.CO, Manado - Pernyataan Diana Maringka, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, mengenai money politics dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu diakui oleh para kader Demokrat Sulawesi Utara. Diduga ada orang kuat di balik Diana Maringka yang berperan untuk mengungkapkan kabar adanya money politics serta pemberian 1 unit Blackberry tersebut.
Pada Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sulawesi Utara, Anas Urbaningrum memilih GS Vicky Lumentut sebagai Ketua DPD I Partai Demokrat Sulawesi Utara dibandingkan dengan calon sebelumnya, yakni Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.
Bahkan, musyawarah daerah tersebut harus memindahkan tempat kegiatannya hingga dua kali di lokasi hotel bintang lima yang ada di Kota Manado.
Kepada Tempo, sejumlah kader Partai Demokrat mengaku ada indikasi suruhan dari Sarundajang untuk mengungkapkan adanya money politics dalam kepemimpinan Anas Urbaningrum. Apalagi setelah Diana Maringka diperiksa Komisi Pengawas, dia hanya mengembalikan 1 unit Blackberry tanpa uang tersebut.
"Kami menduga pernyataan Diana Maringka ini disponsori oleh lawan Ketua DPD I sekarang (Vicky Lumentut) di Musda kemarin. Apalagi kan yang menunjuk Pak Vicky menjadi Ketua DPD I Sulut adalah Anas Urbaningrum. Mungkin dia juga kecewa terhadap Anas sehingga mengambil momen ini," kata sejumlah kader Partai Demokrat Sulawesi Utara yang ditemui Tempo, Rabu, 22 Februari 2012 sore ini.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu Ishak Sugeha juga menduga jika pernyataan Diana Maringka ini dikarenakan adanya imbas dari penunjukan Vicky Lumentut pada Musyawarah Daerah tahun 2011 oleh Anas Urbaningrum sebagai Ketua Sulawesi Utara.
"Mungkin ada upaya jika Anas lengser, maka seluruh kepengurusan yang dibentuk Anas juga akan ikutan diganti," kata Sugeha.
Sementara itu, Ketua DPD 1 Partai Demokrat Sulawesi Utara GS Vicky Lumentut enggan berkomentar soal dugaan pernyataan Diana Maringka yang menghebohkan itu. "Kita serahkan saja kepada Komisi Pengawas. Kan, sudah ada pemeriksaan," ucap Lumentut.
Sebelumnya, mantan Ketua Partai Demokrat Minahasa Tenggara Diana Maringka mengaku tak mengembalikan uang yang dia terima di Kongres Partai Demokrat di Bandung.
Diana mengaku hanya mengembalikan telepon genggam Blackberry yang diberikan kubu Anas Urbaningrum. "Uang belum," kata Diana usai diperiksa Komisi Pengawas di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa, 21 Februari 2012.
ISA ANSHAR JUSUF
Berita lain:
Mengaku Cinta Demokrat, Diana Tak Kembalikan Uang
Komisi Pengawas Demokrat Terima Banyak Aduan
Penerima Duit Anas Menghadap Komisi Pengawas
SBY Dipastikan Hadiri Forum Pendiri Demokrat
Tim Anas Dukung Politik Uang Demokrat Dibongkar
Max Sopacua : Boikot Media, Penghancuran Demokrat





