foto

freepicturesweb.com

Fransino Tantang Juara Dunia MMA

TEMPO.CO, Jakarta - Petarung Indonesia Fransino Tirta akan berhadapan dengan juara bertahan dan petarung spesialisasi knock-out (KO) asal Jepang, Yusuke Kawanago, dalam kejuaraan Legend Fighting Championship (kelas bulu) yang akan berlangsung pada 30 Maret 2012 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Pertarungan ini merupakan rangkaian dari Legend 8.

Pertarungan melawan Kawanago (petarung MMA, Mixed Martial Arts, dengan rekor: Legend 1-1, 8-3-1 overall) yang memiliki teknik tinggi ini merupakan ajang pembuktian bagi Tirta. Tirta sendiri adalah petarung MMA tingkat satu nasional yang selama delapan tahun di masa kariernya belum pernah terkalahkan. 


"Saya belum pernah ketemu sama dia (Kawanago). Dia mempunyai kelebihan pukulan. Tapi saya akan punya strategi dengan mengajak dia bermain bawah," kata Tirta usai konferensi pers Legend Fighting Championship di Senayan City Jakarta, Rabu 22 Februari 2012.

Tirta mengaku sudah mempersiapkan dirinya dengan melakukan latihan di Jakarta dan sebulan sebelum pertandingan akan berlatih di Bali. "Saya di Jakarta latihan sendiri sama murid-murid saya. Nanti di Bali akan berlatih dengan pelatih Niko Han," ujarnya.

Selain Tirta, Legend 8 akan menampilkan pertarungan gelar di kelas lightweight antara petarung asal Mongolia, Jadamba Narantungalag (petarung MMA rekor: Legend 1-0, 7-2 overall) yang merupakan peringkat pertama dari 20 petarung dunia kelas lightweight, akan menciptakan gelar legend pertamanya dengan melawan penantangnya, Nam Yui Chul dari Korea. 

Adapun di kelas Bantam, Yohan Mulia Legowo, petarung Indonesia, akan menghadapi Sung Ming-Yen dari Taiwan. Petarung MMA dengan rekor: Legend 1-1, 11-4 overall ini punya catatan rekor sebagai juara nasional MMA, Sanda, Kickboxing, dan submission grappling. Sedangkan lawannya, Sung, mempunyai pengalaman bertarung di ajang "Hsinchu''s TOUGH MMA."

Managing Director Legend Michael Haskamp mengatakan, Legend 8 akan menjadi kejuaraan penting bagi Indonesia untuk membuktikan petarung handalnya kepada dunia. "Ini adalah penampilan perdana kami di Indonesia dimana dalam ajang kejuaraan ini ada petarung Indonesia dalam ajang MMA dengan skala internasional," katanya.

Ketua harian Mixed Martial Arts Indonesia, Tommy Firman menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi event tersebut untuk kembali menghidupkan MMA di Indonesia. "Olahraga ini memang keras, tapi ada rules yang jelas. Event ini merupakan kelanjutan dari MMA di Indonesia yang sempat mati suri," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA