foto

Stosfest.org

''Negeri di Bawah Kabut'' Buka Festival STOS  

TEMPO.CO, Jakarta - Film dokumenter Negeri di Bawah Kabut karya Salahuddin Siregar menjadi film pembuka festival film South to South (StoS). Festival film yang bertema lingkungan ini bakal digelar nanti malam, Rabu, 22 Februari 2012, di Goethe Institut.

“Film ini secara isi dan sinematografinya sangat kuat,” ujar Ferdinand Ismail, Direktur South to South, kepada Tempo.

Film ini mendapatkan Special Jury Prize untuk Penghargaan Muhr Asia Africa Documentary Awards pada ajang The 8th Dubai International Film Festival (DIFF) 2011. Festival ini berlangsung pada 7–14 Desember 2011 di Dubai, Uni Emirat Arab. Film ini dibuat dalam waktu empat tahun dengan riset selama dua tahun.

Film ini berkisah tentang penduduk di lereng Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Mereka selama ini menggantungkan tanda-tanda alam untuk kehidupan pertanian dan kehidupan sehari-hari. Tetapi perubahan iklim membuat mereka harus mengubah sistem kehidupannya.

Selain film tersebut, film pembuka lainnya yakni sebuah film animasi pendek berjudul Pulihkan Indonesia. Festival ini akan berlangsung mulai nanti malam sampai Ahad, 26 Februari mendatang. Sebanyak 33 film akan diputar di tiga tempat berbeda, yakni di Goethe Institut, Kineforum, dan Institut Français d''Indonésie. Ke-33 film yang akan diputar ini merupakan 13 film kompetisi, tujuh film fiksi, dan 23 film non-kompetisi.

Tak hanya film dokumenter dan fiksi dari dalam negeri, panitia juga menyajikan film sejenis dari beberapa negara, seperti Vietnam, Inggris, Jerman, dan Prancis. Film-film ini, kata Ferdinand, diharapkan bisa ikut membuka mata masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan.

Selain menggelar festival film, panitia juga akan mengadakan pertemuan regional. Pertemuan ini akan dihadiri para aktivis lingkungan, pembuat film, dan penyelenggara. “Untuk bisa menjembatani suara dan kebutuhan masing-masing dalam menyelamatkan lingkungan,” ujarnya.

DIAN YULIASTUTI