Sensasi Sop Silungkang Nan Alami | Travel | Tempo.co
TEMPO Travel
24 - 26 Mei 2012
Festival Musik Lintas Genre di Rumah Tembi
Festival digelar untuk pendokumentasian seri musik tradisi baru dalam bentuk album.

14 - 19 Mei 2012
Festival Teluk Jailolo 2012
Festival tahunan yang digelar di Teluk Jailolo Halmahera. Diisi mulai dari fun diving, parade rempah, hingga bakar ikan.

Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga

Sensasi Sop Silungkang Nan Alami

Rabu, 22 Februari 2012 | 03:23 WIB

Sop Silungkang. TEMPO/Andri El Faruqi

TEMPO.CO , Sawahlunto: Jika Anda sedang dalam perjalanan Padang-Jakarta ataupun Jakarta-Padang, dengan menggunakan jalur darat, di sepanjang jalan Muaro Kalaban dan Silungkang Sumatera Barat, sejak sore hingga malamnya, Anda dapat menikmati sajian sop dan soto khas Sawahlunto.

Salah satunya, Restoran Ponsel (Pondok Selohan). Berada di Lintas Sumatera, Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, restoran dengan sajian utama sop dan soto ini dikelilingi bukit dan tebing. Sejuk dan sangat enak menikmati semangkuk sop yang hangat. Jika Anda datang dari arah Kota Padang jaraknya sekitar 80 kilometer.

Sup yang dihidangkan sangat memikat. Dagingnya segar. Lemak daging sapi dan tulang-tulangnya renyah. Daya tarik itu membuat konsumen berulang kali mampir di restoran ini. "Dalam sehari, pengunjung kita diperkirakan 750 orang. Setiap harinya, kita menghabiskan 12 kilogram daging dan 25 kilogram tulang untuk sop," ujarnya, Ahad, 19 Februari 2012.

Racikan bumbu rempah alami, yang dicampurkan dengan kuah sup, memiliki sensasi lain. Apalagi, berada di lingkungan yang asri dan alami pula. Menghangatkan.

Semangkuk sop dihidangkan dengan sepiring nasi dengan bawang goreng dan kerupuk merah. Dicampur dengan nasi, sop yang hangat itu pasti akan menggugah selera Anda.

Untuk pelayanan, restoran ini mengutamakan keramahan. Pemilik Restoran, Yurizal, 56 tahun, mengatakan salam, senyuman, dan sapa atau yang disingkat dengan S3, merupakan ciri khas restoran ini. "Kami mengutamakan keramahan kepada pengunjung. Dan juga memakai sistem terbuka dan terus terang. Sehingga, pengunjung kami puas," ujarnya saat ditemui Tempo.

Restoran dengan luas, 4,5 meter x 20 meter ini, menyediakan lesehan dengan 19 meja makan untuk menyambut para pengunjung. Disediakan pula tempat peristirahatan, musala, dan toilet.

Tempat parkir yang luas juga menambah daya tarik pengunjung untuk singgah. Sehingga, restoran yang buka dari pukul 08.00 WIB hingga 00.00 ini selalu ramai dikunjungi.

Selain sop, restoran yang pernah mendapatkan penghargaan dari Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto ini juga menyediakan soto, nasi goreng, mie goreng, dan mie rebus. Ada pula minuman, seperti teh telur, kopi, dan juga berbagai jenis jus.

Jon Hendri, 50 tahun, salah seorang pengunjung, mengatakan rasa sop yang disajikan di sini sudah menyatu dengannya. Pasalnya, masakan di resto ini alami dan tempatnyag asri. Walaupun berada di jalan Lintas Sumatera, suasana restoran ini tetap menyejukkan.

Jon, yang bekerja di pertambangan ini, mengatakan sudah sering mampir di restoran Yurizal. "Pelayanannya ramah dan restorannya juga luas. Asyik untuk bersantai," ujarnya kepada Tempo.

Untuk menyantap hidangan itu, Jon hanya mengeluarkan uang Rp12 ribu per mangkuk. "Di banding dengan rasanya, tak rugi untuk selalu menyantap masakan itu," ujarnya.

ANDRI EL FARUQI