ilustrasi. technorati.com
Topik
Cloud Computing Cocok untuk Pemilu
TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan layanan cloud computing menjadi pilihan di masa mendatang. Chief Executive Officer Inixindo Ifik Arifin dalam Seminar Cloud Computing di Jakarta mengatakan setidaknya terdapat tiga layanan publik yang semestinya bisa memanfaatkan cloud dalam kerja operasionalnya.
Pertama, dalam penghitungan suara saat pemilihan umum. Kedua, pendaftaran mahasiswa. Ketiga, untuk pelaporan pajak. "Saat penghitungan suara, seluruh Indonesia mengakses situs kpu.go.id dan membuat situsnya down, error," kata Ifik, Kamis, 23 Februari 2012.
Padahal dengan layanan cloud, akses penghitungan suara menjadi mudah meskipun ada banyak orang yang sedang mengkases. "Cukup 30 hari diletakkan di cloud, sesudah itu orang tidak tertarik lagi untuk mengakses," katanya.
Demikian pula dengan aktivitas registrasi mahasiswa saat memulai semester baru. Proses registrasi yang dibuka dari pukul 09.00-17.00 membuat sistem kerap terhambat pada pagi hari karena mahasiswa berebut registrasi.
Untuk penyampaian laporan pajak, Ifik mengatakan sistem layanan cloud ini sudah diterapkan oleh dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia.
Meskipun memberikan sejumlah keuntungan, tetap diperlukan kalkulasi risiko apabila ingin memanfaatkan cloud. "Misalnya ada data hilang atau data rusak," katanya. Menurut dia, ada juga cloud provider yang baik, tapi ada juga yang jelek.
Namun, menurut dia, penyedia layanan cloud sudah memberikan jaminan 99,99 persen selama 365 hari. "Jadi, mungkin down-nya hanya beberapa jam selama setahun," katanya.
Ifik menambahkan ada sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan bila memanfaatkan cloud ketimbang harus mengelola server sendiri. Dengan menggunakan cloud, anggaran perusahaan yang selama ini masuk ke dalam capital expenditure menjadi operational expenditure. "Dari investasi bergeser menjadi biaya di pembukuan," katanya.
Menurut Ifik, apabila perusahaan mempunyai server sendiri, itu akan masuk ke dalam pos investasi yang akan terus menyusut setidaknya lima persen per tahun.
Namun, dengan menyewa layanan cloud, anggaran yang dikeluarkan masuk ke dalam pos biaya yang akan mengurangi keuntungan perusahaan. "Tapi dengan begitu, pajak yang harus dibayar menjadi berkurang," katanya.
Cloud computing juga mempunyai sejumlah kelebihan lain, seperti elastisitas penggunaan karena menyesuaikan dengan permintaan dan saat lalu lintas jaringan sedang penuh maupun saat jaringan lagi sepi. Hal ini membuat biaya operasional perusahaan menjadi rendah.
IQBAL MUHTAROM





