foto

AP/Richard Drew

Pasar Masih Menahan Diri, Dow Jones Turun 27 Poin

TEMPO.CONewYork - Sehari setelah Dow Jones berhasil menembus level psikologis 13.000 untuk pertama kalinya sejak Mei 2008, bursa Wall Street kembali melanjutkan pelemahan. Beberapa investor khawatir tentang rincian dari kesepakatan bailout Yunani akan tercapai dalam minggu ini.

Tetapi analis mengatakan bahwa investor kebanyakan mencoba menahan diri setelah Dow Jones berhasil menyentuh level psikologis. “Pasar mencoba istirahat sejenak dan menunggu kabar positif berikutnya,” kata Doug Cote,kepala strategi pasar dari ING Investment Management. “Data – data ekonomi AS yang dirilis positif sehingga perhatian investor tertuju pada Eropa”.

Hari ini data klaim pengangguran AS akan dirilis, dimana data sebelumnya terus menunjukkan penurunan dan pekan lalu mencapai 348 ribu, level terendahnya sejak Maret 2008.

Dalam perdagangan semalam, indeks Dow Jones Industri bergerak dalam kisaran sempit dan ditutup turun 27 poin (0,21 persen) menjadi 12.938. Indeks saham teknologi Nasdaq melemah 15,4 poin (0,52 persen) ke 2.933,17, serta indeks S&P 500 juga terkoreksi 4,55 poin (0,33 persen) ke posisi 1.357,66.

Saham sektor keuangan memimpinpelemahan setelah para investor tetap khawatir bahwa dana talangan senilai 130 miliar euro (US$ 170 miliar) tidak akan cukup untuk menjaga Yunani dari ancaman gagal bayar serta kemungkinan akan tergusur dari mata uang tunggal Uni Eropa, euro.

Pemerintah Yunani mengatakan, kesepakatan dari para investor untuk mengambil kerugian lebih besar ini diharapkan dapat mengamankan negara kami berada dalam Uni Eropa. “Tidak ada masalah terhadap keuangan negara,” kata Menteri Keuangan Evangelos Venizelos.

Ekonomi Yunani sedang memasuki tahun kelima dari resesi. Lembaga pemeringkat Fitch kembali menurunkan peringkat utang Yunani ke status obligsi sampah Rabu kemarin ke level C, hanya satu tingkat diatas default.

Pasar Eropa ditutup turun, sedangkan bursa Asia kemarin sebagian besar ditutup menguat setelah survey manufaktur Cina melemah. Dolar AS terapresiasi terhadap yen Jepang dan mencapai level tertingginya dalam 7 bulan terakhir sehingga mendorong harga obligasi AS naik dan mendorong imbal hasilnya turun menjaid 2 persen dair posisi sebelumnya di 2,05 persen.

Saham pembuat komputer, Dell harganya jatuh 6 persen setelah melaporkan penurunan target labanya di kwartal pertama tahun ini. Perusahaan mengalami kelesuan setelah melambatnya penjualan ke instansi pemerintah, serta ketatnya persaingan dari Apple.

Saham Tool Brothers, pengembang rumah mewah juga merosot 5 persen setelah membukukan kerugian kwartalan. Sedangkan Garmin Ltd, perusahaan penjual sistem GPS melonjak 9 persen setelah pendapatan kwartalannya naik 25 persen.

AP/VIVA B. KUSNANDAR