foto

TEMPO/Iqbal Lubis

Pengusaha SPBU Setuju Harga BBM Naik  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Nasional (Hiswana Migas), Eri Purnomohadi, menyambut positif rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. "Kenaikan harga lebih mudah diterapkan ketimbang pembatasan BBM subsidi," kata dia kepada Tempo, Kamis, 23 Februari 2012.

Menurut Eri, sistem pembatasan yang sempat digembar-gemborkan pemerintah membuat para pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bingung. Selain harus melakukan sosialisasi, para pengusaha juga mesti menyediakan perangkat khusus.

Ia juga meminta masyarakat tidak kaget dengan kenaikan harga sebesar 20 persen untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. "Jika harga hanya naik Rp 1.000 per liter bebannya tak terlalu terasa," ujarnya.

Meski sepakat dengan kenaikan harga, Eri mengingatkan pemerintah ihwal nasib para pemilik SPBU yang telanjur menanamkan modal besar untuk menyediakan Pertamax. Untuk menyediakan BBM non-subsidi itu, pengusaha harus menanam modal hingga Rp 400 juta. "Tolong diperhatikan juga risiko finansial pengusaha," katanya.

Sebelum isu pembatasan BBM merebak, hanya beberapa SPBU saja yang siap melakukan konversi ke Pertamax. Saat ini, menurut Eri, tingkat kesiapan pengusaha mencapai 90 persen, terutama di Jakarta. Ia khawatir investasi yang telah ditanamkan menjadi sia-sia karena omset penjualan Pertamax relatif kecil.

GUSTIDHA BUDIARTIE