Sejumlah dokter mata melakukan bedah katarak pada program operasi katarak gratis yang dilakukan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (25/11). Operasi Katarak tersebut di ikuti oleh 30 orang secara gratis dengan tujuan yaitu untuk mengurangi penderita katarak sesuai target pemerintah tahun 2020, dimana 1,5% dari penduduk dengan menurunkan hingga 0,5%. TEMPO/Fahmi Ali
Topik
Foto Terkait
15 Persen Dokter Bedah Kecanduan Alkohol
TEMPO.CO - Sekitar 15 persen dokter bedah mengalami masalah ketergantungan terhadap alkohol. Persentase itu terhitung banyak dibandingkan dengan tingkat ketergantungan masyarakat pada umumnya yang hanya mencapai sembilan persen.
"Penelitian ini menunjukkan ada masalah besar. Kita perlu melakukan sesuatu, tidak hanya bagi keselamatan pasien, tetapi juga kesehatan dokter," kata Dr Michael Oreskovich, peneliti pada University of Washington.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 25 ribu ahli bedah. Mereka diberi pertanyaan seputar pekerjaan, gaya hidup, suasana hati, serta kaitannya dengan pola ketergantungan terhadap alhokol.
Hasil penelitian itu cukup mencengangkan. Sebanyak 45 persen ahli bedah yang mengalami ketergantungan alkohol rupanya pernah melakukan kesalahan tindakan medis utama dalam tiga bulan terakhir.
Studi ini juga menemukan fakta bahwa dokter bedah wanita yang kecanduan alkohol lebih tinggi dibanding dokter bedah pria. "Kelompok pria mencapai 14 persen dan wanita mencapai 25 persen," katanya.
Menurut Michael, para dokter umumnya beralasan bahwa kebiasaan meminum alkohol mereka dilakukan untuk mengurangi depresi akibat beban pekerjaan yang cukup tinggi.
"Para dokter acapkali berjibaku dengan keadaan genting yang memaksa mereka bekerja lembur. Semua itu memerlukan energi dan konsentrasi yang benar-benar berbeda dibanding spesialisasi lainnya," kata Michael.
Anggapan itu juga diamini Dr. Edward Livingston, peneliti pada Medical University of Texas Southwestern Center. "Bedah adalah bisnis stres. Sebagian orang ada yang beralih ke alkohol untuk membantu mengatasi stres," ujarnya.
REUTERS |RIKY FERDIANTO





