foto

REUTERS/Charles Platiau

Air Asia Terpukul Tingginya Harga Minyak?

TEMPO.CO , Kuala Lumpur - Perusahaan penerbangan berbiaya murah (budget airline) asal Malaysia, Air Asia, dilaporkan mengalami penurunan laba 56 persen pada kuartal keempat. Tingginya biaya bahan bakar disebut-sebut sebagai biang keladinya.

Menurut BBC online, laba bersih perusahaan itu untuk tiga bulan terakhir tahun 2011 turun menjadi 135,7 miliar ringgit ( setara USD 44,8 miliar) dari 311,1 miliar ringgit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pendapatan untuk kuartal ini naik 9,3 persen menjadi 1,27 miliar ringgit, berkat lebih banyak penumpang. Selain itu, harga tiket saat ini rata-rata juga lebih tinggi dari sebelumnya.

Bulan lalu, Air Asia mengatakan pihaknya mengakhiri penerbangannya ke Eropa dan India karena tingginya harga bahan bakar dan melemahnya permintaan. Selama setahun, total laba perusahaan naik 13 persen menjadi 4,47 miliar ringgit, sedang laba bersih turun 46,8 persen menjadi 564,1 miliar ringgit.

Air Asia saat ini dikendalikan oleh  kepala eksekutif Tony Fernandes, yang mengambil alih klub Queens Park Rangers dalam Inggris Premier League football awal tahun ini.



TRIP B | BBC