Direktur National Institute of Psychiatry, Maria Elena Medina. REUTERS/Henry Romero
Topik
Ilmuwan Meksiko Temukan Vaksin Anti-Heroin
TEMPO.CO , Meksiko -- Sekelompok ilmuwan Meksiko membuat vaksin yang dapat mengurangi kecanduan heroin, jenis narkotika paling terkenal di dunia. Para peneliti dari National Institute of Psychiatry menyatakan vaksin telah berhasil diuji pada tikus dan kini sedang dipersiapkan dicoba pada manusia.
Vaksin yang mereka ciptakan membuat tubuh pencandu resisten terhadap efek "senang" yang ditimbulkan heroin. Vaksin yang telah dipatenkan di Amerika Serikat ini berfungsi menghentikan aliran kenikmatan yang dirasakan pecandu heroin, sesaat setelah mereka merokok atau menyuntikkannya.
"Ini akan menjadi vaksin untuk orang-orang yang kecanduan berat, yang belum pernah sukses dengan perawatan lain dan memutuskan menggunakan aplikasi ini untuk menjauh dari narkoba," kata Direktur National Institute of Psychiatry, Maria Elena Madinah.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan di seluruh dunia telah mencari vaksin anti-kecanduan narkoba. Namun belum ada satu pun vaksin yang sempurna. Hingga sebuah kelompok di US National Institute on Drug Abuse melaporkan kemajuan signifikan dalam pengembangan vaksin anti-kokain.
Namun, para ilmuwan Meksiko tampaknya lebih cepat membuat terobosan pada vaksin heroin dan telah menerima dana dari lembaga AS serta pemerintah Meksiko untuk mengembangkannya.
Selama pengujian tikus diberi akses ke tempat penyimpanan heroin selama jangka waktu tertentu. Tikus yang sebelumnya diberi vaksin menunjukkan penurunan besar dalam konsumsi heroin. "Efek ini tampaknya juga bisa bekerja pada manusia," kata Madinah.
Kim Janda, seorang ilmuwan yang juga meracik vaksin narkotika di Scripps Research Institute di La Jolla, California, mengatakan vaksin buatan ilmuwan Meksiko memang bisa berfungsi. Tapi, masih terdapat beberapa kekurangan. "Bisa jadi cukup efektif, tapi mungkin terlalu umum dan mempengaruhi berbagai jenis opioid sama baiknya dengan heroin," katanya.
Meksiko adalah negara yang memiliki kartel obat bius dan narkotika terbesar. Negara yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat ini tengah memerangi masalah kecanduan narkoba.
Menteri Kesehatan Jose Cordoba baru-baru ini mengatakan negara itu kini memiliki sekitar 450 ribu pecandu berat narkoba, terutama di sepanjang koridor perdagangan di perbatasan AS-Meksiko.
Mafia-mafia narkoba di Meksiko menanam bunga opium di pegunungan Sierra Madre lalu meraciknya menjadi heroin yang dikenal sebagai Tar Hitam dan Lumpur Meksiko. Kedua jenis heroin tersebut diselundupkan ke Negeri Abang Sam melalui Rio Grande.
Setiap tahun perdagangan heroin di Meksiko menghasilkan duit miliaran dolar kepada mafia-mafia narkoba di sana, seperti kartel Sinaloa dan Zetas. Sejak 2006 tindak kekerasan yang dilakukan kartel-kartel narkoba telah menewaskan lebih dari 47 ribu orang di Meksiko.
GUARDIAN | MAHARDIKA SATRIA HADI





