Bekas Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd (kiri) dan Perdana Menteri Julia Gillard. REUTERS/Daniel Munoz
Saling Tuduh di Lingkup Internal Partai Buruh
TEMPO.CO , Melbourne: Persoalan di pucuk kepemimpinan Partai Buruh, yang berkuasa di Australia, kian runcing. Terlebih dalam menghadapi pemilihan di kaukus buruh yang bakal digelar pada Senin pekan depan.
Bekas Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd dan Perdana Menteri Julia Gillard saling lempar tantangan lewat media, kemarin. Perseteruan mereka membuncah setelah Rudd mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri, Rabu lalu.
Dalam perang tantangan, Rudd menganggap koleganya di Partai Buruh yang kini menjabat Perdana Menteri, Julia Gillard, sudah tidak lagi bisa dipercaya. Bahkan, kata dia, lawan politiknya itu sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat Australia.
"Saya berani menantang Gillard untuk mengembalikan kepercayaan rakyat Australia kepada partai kami," ujar Rudd, kemarin.
Menjawab tantangan itu Gillard kemudian membeberkan kesuksesan Australia sejak ditanganinya pada Juni 2010. Sebagai perdana menteri, ia percaya diri sudah ikut andil dalam reformasi Negeri Kanguru. Jauh jika dibandingkan dengan Rudd saat menjabat perdana menteri.
"Saya telah melakukan lebih banyak reformasi dibanding pendahulu saya. Reformasi yang meliputi keputusan soal harga karbon dan menetapkan masa depan energi bersih di Australia, reformasi kesehatan, terutama soal pajak sewa sumber daya mineral," kata Gillard di Melbourne.
Perang kata bisa berlangsung hingga Senin, saat dilakukan pemungutan suara di kaukus Partai Buruh. Dalam pergelaran itu nantinya bakal diputuskan siapa yang paling berhak memimpin partai dan mewakili figur kubu Partai Buruh untuk menjadi kandidat perdana menteri melawan oposisi pada pemilihan umum tahun depan.
Di balik ingarnya konflik, pihak oposisi mengambil perpecahan di tubuh Partai Buruh sebagai sebuah kesempatan. Dalam jumpa persnya di Queensland, kemarin, Tony Abbot menilai pemerintah saat ini yang dikuasai kubu Buruh sudah terkontaminasi racun.
Ia mengingatkan bahwa perseteruan Rudd dengan Gillard adalah tontonan yang menggelikan dan tidak untuk dijadikan contoh bagi rakyat Australia. "Ini negara besar, jangan biarkan kebodohan di Canberra membodohi Anda," katanya.
Menurut Tony, oposisi saat ini dalam keadaan yang sangat siap memberikan stabilitas bagi Australia. "Biarkan nantinya rakyat yang memutuskan," ujarnya.
THE AUSTRALIAN | SYDNEY MORNING HERALD| ABC| SANDY INDRA PRATAMA





