Warga Kampung Tengkurak, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Banten, berusaha mengangkat genteng dari rumah mereka yang roboh diterjang angin puting beliung di Serang, Senin (30/1). ANTARA/Asep Fathulrahman
Topik
Puting Beliung di Sidrap, Tiga Tewas
TEMPO.CO, Pinrang -—Angin puting beliung menyapu kawasan Wattae Kelurahan Wattae, Kecamatan Pancalautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat malam. Puluhan rumah rusak dan tiga korban tewas, yakni Rosi, 60 tahun, Janggo Sana, 60, dan Erlina, 30. Hingga saat ini dua korban belum ditemukan, diduga ada di bawah reruntuhan bangunan rumahnya yang rubuh.
“Kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk mencari para korban karena gelap. Besok pencarian akan dilanjutkan,” kata Ajun Komisaris Mustakim, Kapolsek Pancalautang, yang dihubungi melalui ponselnya.
Selain korban tewas, puluhan warga juga mengalami luka-luka. Mereka dirawat di Puskesmas Bilokka dan Amparita. Sebanyak 16 warga di antaranya dilarikan ke Rumah Sakit Nene Mallomo. Dokter jaga rumah sakit, Suarta, mengatakan 11 pasien sudah ditempatkan di ruang perawatan, 2 pasien di ruang ICU, dan 3 masih menjalani perawatan di ruang unit gawat darurat. “Satu di antaranya meninggal dunia, atas nama Erlina,” kata Suarta.
Proses pencarian dilakukan warga dan tim SAR, juga dibantu aparat TNI. Komandan Distrik Militer 1420 Letkol ARM Budi Suwarno mengatakan pihaknya menerjunkan 1 peleton anggota, dibantu 1 peleton dari batalion 721.
Puluhan rumah rusak, 40 di antaranya rata dengan tanah. “Rumah saya rata dengan tanah,” kata Nursia, warga Wette. Peristiwa itu terjadi tiba-tiba tak lama setelah magrib. Cucu Nursia, Manyur, saat ini dirawat di rumah sakit akibat terkena balok.
Rudi Hartono, 30 tahun, warga Sidrap, mengatakan sesaat sebelum kejadian langit tampak hitam, disertai gerimis. “Tak lama setelah angin kencang barulah hujan deras turun,” katanya.
SUARDI GATTANG





