indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pulau Jawa Terpengaruh Hari tanpa Bayangan

Pulau Jawa Terpengaruh Hari tanpa Bayangan

REUTERS/Alexander Demianchuk

TEMPO.CO, Bandung - Hari tanpa bayangan matahari akan terjadi pada 21-22 Maret dan 21-22 September 2012. Peristiwa alam pada tengah hari itu hanya bisa dilihat di kota atau daerah tertentu di Indonesia. Pulau Jawa termasuk yang terkena pengaruh fenomena ini.

Astronom dari Institut Teknologi Bandung Danny Herdiwijaya mengatakan hari tanpa bayangan matahari pada tengah hari bisa diamati di Pontianak, Riau, Jambi, serta Palu. "Di daerah yang dilewati garis ekuator atau garis nol derajat," ujarnya, Jumat 2 Maret 2012.

Fenomena alam itu terjadi akibat pergerakan bumi terhadap matahari. Bagi penduduk bumi, yang terjadi seperti sebaliknya, yaitu matahari yang bergerak dari utara ke selatan bumi dan sebaliknya.

Saat matahari seolah-olah bergerak dari selatan bumi ke utara seperti yang terjadi saat ini, matahari akan melewati garis ekuator. Ketika sampai tepat di garis itu pada 21 atau 22 Maret tengah hari, matahari tepat berada di atas benda apa pun. Bayangannya pun jadi nihil.

Peristiwa serupa akan terulang pada 21 atau 22 September 2012. Saat itu matahari seperti bergerak dari utara ke selatan Bumi.

Di daerah lain atau di luar daerah garis ekuator, bayangan matahari pada tengah hari akan terlihat seperti biasa. "Karena posisi Bumi itu miring 23,5 derajat," kata mantan Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, tersebut.

Di Indonesia, pengamatan tengah hari tanpa bayangan itu leluasa dilakukan banyak orang di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sedangkan di Riau, kata Danny, letaknya di daerah hutan. Adapun di Palu agak ke utara. "Di daerah Maluku atau Irian jatuhnya di lautan," katanya.

Khusus tugu titik nol derajat di Pontianak, ujar Danny, kini telah bergeser cukup jauh hingga puluhan meter dari tempatnya semula. "Dulunya dekat Sungai Kapuas, sekarang makin menjauh," ujarnya. Pergeseran itu diduga kuat akibat pergerakan lempeng Bumi.

ANWAR SISWADI

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Kepada : pihak berwewenang Prihal : BBM. Untuk mengurangi beban APBM dalam subsidi BBM, sebaiknya PAJAK kendaraan pribadi dinaikan >3x sekarang. Golongan ini paling menikmati subsidi yang sebenarnya bukan untuk mereka,dengan menaikan pajak kend pribadi artinya mereka mensubsidi diri sendiri hal ini tdk ribet,tdk menimbulkan polemiks,tdk memicu inflasi,tdk membodohkan rakyat(program BLT)dan menekan laju pertumbuhan kend
Wajib Baca!
X