Situs Gunung Padang Dikenalkan ke Dunia

Situs Gunung Padang Dikenalkan ke Dunia

Wisatawan berkunjung ke kawasan punden berundak Gunung Padang, Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (29/1). Akses jalan yang buruk membuat situs megalitik terbesar di Asia Tenggara ini masih kurang populer kalangan umum. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO , Jakarta - Penelitian mengenai bencana besar yang menghancurkan peradaban Nusantara ribuan tahun lalu dipaparkan dalam Konvensi Regional Geosea ke-12 di Bangkok, Thailand, Kamis, 8 Maret 2012. Masyarakat internasional pun mulai mengenal Gunung Padang dibangun puluhan ribu tahun sebelum masehi.

Dua orang ahli geologi Indonesia hadir dalam pertemuan tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan selama dua hari sejak kemarin. Kedua ahli tersebut adalah Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari dan Anggota Tim Katastropik Purba Andang Bachtiar.

"Pak Andang akan menyampaikan hasil-hasil penelitian terbaru dari Indonesia," ujar Koordinator Tim Katastropik Purba Erick Ridzky kepada Tempo, Kamis, 8 Maret 2012.

Pertemuan geolog tingkat Asia Tenggara kali ini memiliki sesi khusus membahas bencana besar geologi dan perubahan bumi. Enam pembicara dari berbagai negara ikut dalam diskusi ini. Pertukaran informasi kebencanaan geologi regional berguna sebagai panduan pembangunan kawasan yang sedang giat membangun ini.

Dalam satu bulan terakhir, Tim Katastropik Purba memaparkan berbagai temuan awal mengenai peradaban di masa lalu yang diintai bencana gempa kepada masyarakat, letusan gunung, dan tsunami. Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur menjadi sorotan karena diketahui mengandung struktur buatan manusia yang dibuat 12.900 tahun lalu. Bangunan Gunung Padang diduga memiliki geometri mirip piramida dan dipakai untuk kegiatan ritual masyarakat purba yang hidup di Indonesia.

Konvensi Geosea merupakan ajang pertemuan asosiasi geologi se-Asia Tenggara. Sepanjang sejarahnya, konvensi sudah dilakukan sebanyak 12 kali. Indonesia pernah menjadi tuan rumah ketika pertemuan ini diadakan di Yogyakarta tahun 2001.

Pertemuan tahun ini diadakan di Grand Centara Hotel, Bangkok, 7-8 Maret 2012. Tiga ratus orang ahli geologi hadir dalam acara ini.

ANTON WILLIAM

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
3
Biar bagaimanapun misteri gunung padang harus di ungkap.. masaLah pengeboran yang tanpa izin itu harus di seLesaikan,jangan di jadikan hambatan.. Kita bersyukur teLah menikmati maha karya borobudur.. Jika kita bisa menikmati maha karya gunung padang inipun,aLangkah indahnya & aLangkah bangganya mnjadi warga negara indonesia..
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X