indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pengamat Prediksi Pilgub DKI Dua Putaran

Pengamat Prediksi  Pilgub DKI Dua Putaran

Sosialisasi Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfaraby memprediksi pertarungan menuju Kursi DKI 1 akan panas. "Dibanding 2007, pertarungan kali ini lebih menarik karena semua kandidat punya modal kuat," ujar Adjie saat dihubungi Tempo, Senin, 19 Maret 2012.

Menurut Adjie, masing-masing calon memiliki kekuatan dan karakter kuat. Dari segi sumber daya finansial, empat pasangan calon didukung partai-partai besar. Enam nama calon Gubernur DKI, Fauzi Bowo, Joko Widodo, Alex Nurdin, Hidayat Nur Wahid, Faisal Basri, dan Hendardji Supandji punya modal kuat untuk bersaing."

Jokowi, kata Adjie, mendapat keuntungan karena didukung partai besar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya yang memiliki basis pendukung loyal. Secara personal, Jokowi juga dikenal publik sebagai sosok sederhana. Latar belakang Jokowi sebagai pejabat publik juga teruji, berkinerja baik, dan dinilai jujur.

Dukungan langsung dari Prabowo Subianto pada Jokowi juga dinilai mampu mendongkrak popularitas Jokowi. "Mobilisasi dukungan dari PDIP dan Gerindra ini akan sangat mempengaruhi suara Jokowi." Untuk kandidat yang diusung Partai Golkar, Alex Noerdin, juga didukung partai besar. Alex, kata Adjie, memiliki modal finansial kuat untuk memobilisasi pemilihnya.

Hidayat Nur Wahid, calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera, dia melanjutkan, memiliki popularitas yang cukup besar. Massa dan simpatisan PKS kuat mendongkrak suara Hidayat. Ditambah lagi figur Hidayat yang dinilai masih bersih.

Meski begitu, sosok Fauzi Bowo juga memiliki modal yang kuat. Investasi Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, kata Adjie, selama menjabat Gubernur DKI juga menjadi modal politiknya. Selama ini Foke rajin turun ke lapangan dan melakukan sosialisasi. "Di mata masyarakat sosok Foke masih dinilai layak untuk kembali maju."

Dukungan partai besar terhadap setiap calon, kata Adjie akan memudahkan setiap calon meraup dukungan. Mesin politik partai yang kuat harus dimanfaatkan oleh partai untuk bisa memenangkan petarungan. "Kalau semua mesih bekerja, pemilu akan berlanjut ke putaran kedua."

Besarnya modal pasangan tiap calon ini memungkinkan pilkada berlangsung dua putaran. Adjie menilai elektabilitas Foke masih lebih tinggi dibanding calon lain. Tapi, Foke belum tentu menang jika pemilihan berlangsung dua putara. "Saat ini popularitas dan elektabilitas Foke masih di atas 20 persen," ujarnya.

IRA GUSLINA SUFA

Berita terkait
Duet dengan Jokowi, Ahok Belum Lapor Ical
Duet dengan Jokowi, Ahok Kudu Keluar dari Golkar
Prabowo-Puan Restui Jokowi Gandeng Ahok
PKS: Hidayat Naik, Sani Tergusur
Berbagai Senjata Foke Melawan Jokowi
Demokrat Akhirnya Usung Foke - Adang
Dijagokan Bareng Foke, Adang Kebingungan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan