indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Naik Kopaja, Jokowi-Ahok Daftar Jadi Cagub DKI

Naik Kopaja, Jokowi-Ahok Daftar Jadi Cagub DKI

Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) (kiri) dan Basuki T Purnama (Ahok) saat mendaftar di KPUD Jakarta (19/03). Keduanya dicalonkan oleh partai PDI Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia (Gerindra). TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, duet kandidat calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan-Gerindra, memilih cara unik untuk memulai perjuangan mereka. Naik Kopaja, pasangan Wali Kota Solo Jokowi-politikus Partai Golkar, Basuki Tjahaja (Ahok), datang ke KPU DKI Jakarta untuk mendaftar pilkada.

"Ini bukan cari sensasi," kata Jokowi di Jakarta, Senin, 19 Maret 2012. "Saya hanya ingin membuktikan apakah Kopaja masih layak dipakai atau tidak. Ternyata sudah saatnya diganti."

Ada dua Kopaja yang ditumpangi rombongan. Pertama, Kopaja 612 jurusan Kampung Melayu-Ragunan bernomor polisi B 7216 EL, yang diisi Jokowi dan Ahok juga pengurus teras DPP PDI-P. Lalu Kopaja 612 lain yang diisi Boy Sadikin dan Ribka Tjiptaning.

Rombongan itu menuju kantor KPU DKI di Jalan Budi Kemulyaan. Puluhan motor dan kendaraan pribadi kader PDI Perjuangan dan Gerindra ikut dari belakang. Mereka mengusung lambang PDIP dan Gerindra. Rombongan itu sempat terjebak macet. Antrean kendaraan mengular dari arah BI ke kantor KPU DKI.

Berseragam kemeja kotak-kotak merah-putih-biru dengan lengan tergulung, Jokowi dan Ahok ditemani Prabowo Subianto, Ketua Umum Dewam Pembina Gerindra. Setelah mendaftar, mereka berfoto dengan Prabowo. "Indonesia membutuhkan pemimpin bersih dan tegas," kata Prabowo seusai berfoto.

Duet Jokowi-Ahok adalah perkawinan koalisi PDIP dan Gerindra. PDIP memiliki 11 kursi di DPRD, sedangkan Gerindra 6 kursi. Syarat untuk mengusung calon minimal memiliki 15 kursi di DPRD.

AMANDRA M

Berita terkait
Prabowo-Puan Restui Jokowi Gandeng Ahok
Ditinggal PDIP, Demokrat Belum Tentukan Wakil Foke
Golkar Kecewa Ahok Dicalonkan Gerindra
Demokrat Tuding PDIP Plinplan Soal Foke-Adang
Pencalonan Jokowi dan Alex Noerdin ke DKI 1 Tak Etis
Deddy Mizwar Tak Menolak Dampingi Jokowi

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
DHARMONOA ini sinis banget komentarnya. Barangkali begundalnya Kebo
0
19
SAYA TIDAK MENGENAL KEDUANYA, TAPI DARI MEDIA MASA DAN PERBINCANGAN DENGAN TEMAN TEMAN DARI DAERAH SANA, KEDUANYA SANGAT MERAKYAT, TIDAK ADA KORUPSI,TIDAK ADA PUNGLI DI DAERAHNYA, BAHKAN MEREKA KERAP MENJEBAK PEJABAT PEMERINTAH ATAU POLISI YG MAU COBA COBA PUNGLI , TERUS DI BELITUNG SEMUA RAKYAT SEKOLAH GRATIS, BEROBAT GRATIS, BUKANKAH INI PASANGAN SANGAT MERAKYAT DAN IDEAL ? TERLEPAS DARI APAPUN PARTAINYA, KAYAKNYA JAKARTA BUTUH MEREKA YA
5
7
gaya lama, sok merakyat...udah basi, contohnya deklarasi capres di Bantar gebang...he he ga laku kan ?