Pemicu Bentrokan Bekasi versi Kubu John Kei

Pemicu Bentrokan Bekasi versi Kubu John Kei

Ilustrasi penangkapan John Kei. (Ilustrasi: Rizky Lazuardi)

TEMPO.CO , Jakarta:Tito Refra, adik kandung John Kei, mengatakan cerita pemicu bentrok di Bekasi versi polisi tak benar. Bentrokan warga dan kelompok John Kei ini dipicu perkelahian antar pemuda dan menewaskan dua orang.

Versi polisi, bentrok dipicu perkelahian antar pemuda kelompok Kei dengan warga. Sebabnya, pemuda dari kelompok Kei itu mabuk dan berbuat onar, sehingga salah seorang warga menghantam pemuda mabuk itu dengan botol saos.

Versi Tito justru sebaliknya. Nojen nama pemuda yang kepalanya dihantam botol saos. “Nojen. teman kerabat kami,” kata Tito saat dihubungi Tempo Rabu 21 Maret 2012 malam. Nojen tidak mabuk. Penghantam kepala Nojen dengan botol saos itu yang mabuk.

Ceritanya bermula saat Nojen bersama Zafri Hamzah, 17 tahun, mengendarai motor pergi ke suatu warung dekat perumahan Titian Indah untuk membeli rokok. Di sana mereka bertemu sekelompok pemuda yang sedang mabuk-mabukan. “Tidak ada hujan tidak ada angin, Zafri digebuk dan dipukul,” kata Tito.

Zafri adalah kerabat Tito Refra. Nojen, yang menunggu di atas motor, ikut digebuk juga. Kepalanya dihantam dengan botol saos. Perkelahian pun terjadi. Lantaran kalah jumlah, Nojen dan Zafri lari ke rumah di pemukiman Titian Indah. Motornya tertinggal di lokasi perkelahian.

Lantaran motornya tertinggal, Nojen dan Zahri balik lagi ke lokasi perkelahian. Kali ini membawa sekitar empat orang temannya. Saat kembali ke lokasi, rupanya sudah datang banyak polisi. Tito mengatakan ia sempat berpikir hendak melaporkan perampasan motor ke polisi. “Tapi bukan seperti itu jalan keluarnya,” katanya.

Perkelahian Ahad 18 Maret 2012 malam itu berbuntut panjang. Keesokan harinya situasi memanas. Menurut Tito, polisi yang berjaga di perumahan Titian Indah, Kalibaru Timur, Medan Satria, Bekasi, semakin banyak. “Ada informasi warga hendak menyerang,” katanya. Warga, kata Tito, menerobos perumahan Titian Indah, tapi berhasil dipukul mundur.

Bentrok berlanjut hingga Selasa 20 Maret pagi. Tapi bukan di pemukiman Titian Indah. “Warga melakukan sweeping. Tapi lokasinya jauh sekali dari rumah,” katanya. Hari itu setidaknya dua orang terbunuh dengan cara mengenaskan. Penuh luka bacok bahkan ada yang dibakar. Korban yang tewas adalah Joni Situmorang, 38 tahun, dan La Ode Amsir, 26 tahun. Tito mengatakan ia tidak kenal dengan kedua korban itu.

Semula ada informasi bahwa koban tewas merupakan anak buah John Kei. Namun saudara korban tewas itu membantahnya. Polisi belum dikonfirmasi mengenai penjelasan Kei ini, begitupula warga sekitar kejadian.

ANANDA BADUDU

Berita Terkait
Kelompok John Kei Sepakat Berdamai

Ini Korban Bentrok Warga dengan Anak Buah John Kei

Pemicu Bentrok Anak Buah John Kei dan Warga

Anak Buah John Kei Damai dengan Warga Betawi

Anak Buah John Kei Bentrok dengan Warga

Korban Tewas Bentrok Warga Bukan Anggota John Kei

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
kalau indonesia tidak bisa basmi preman2, wah ngeri juga kalau hukum sudah tegak bisa seperti dinegara maju, mafianya lebih kuat dari pemerintah,belajar dari china,setelah hongkong/macau kembali pada china, mafianya habis,ada yg langsung ditembak mati.keluarganya tidak ada yg berani menggugat.
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X