Inilah Percakapan Pribadi Obama-Medvedev

Inilah Percakapan Pribadi Obama-Medvedev

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev di sela-sela KTT Nuklir di Seoul, Korea Selatan.

TEMPO.CO, Seoul - Dalam sebuah percakapan pribadi tentang sistem pertahanan rudal NATO di Eropa, Presiden Barack Obama meminta Presiden Dmitry Medvedev terlibat. Hal itu terdengar dari mikrofon mereka yang ternyata masih menyala.

"Ini adalah pemilu terakhir saya," kata Obama kepada Medvedev. "Setelah pemilu, saya bisa lebih fleksibel."

"Saya mengerti," jawab Medvedev. "Saya akan mengirimkan informasi ini ke Vladimir." Nama yang disebutnya itu, mengacu pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kedua pemimpin berbicara Senin selama pertemuan resmi menjelang KTT Keamanan Nuklir di Seoul, Korea Selatan. Dalam video mereka terlihat duduk, hampir meringkuk, saling berhadapan, masing-masing dengan siku di lututnya, bersandar di dekat meja kecil, dan berbicara dengan penuh perhatian.

Insiden pembicaraan pribadi saat mikrofon masih menyala bukan kali pertama bagi Obama. Tahun lalu bersama Nicolas Sarkozy, ia mengeluhkan tentang Perdana Menteri Israel, Benjamin  Netanyahu.

Sistem pertahanan rudal NATO di Eropa adalah masalah yang menjadi duri antara kedua negara. NATO dan AS bersikeras proyek ini dirancang untuk melindungi terhadap serangan Iran dan tidak akan digunakan terhadap Rusia. Namun bagi Rusia, sistem pertahanan rudal yang dibangun begitu dekat dengan perbatasan dan melanggar kedaulatan mereka.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk menerapkan sistem pertahanan rudal yang kami telah berulang kali mengatakan tidak ditujukan kepada Rusia," kata Ben Rhodes, Wakil Penasehat Keamanan Nasional Bidang Komunikasi Strategis, dalam sebuah pernyataan. "Namun, mengingat perbedaan lama antara AS dan Rusia dalam masalah ini, akan diperlukan waktu dan kerja teknis sebelum kita dapat mencoba mencapai kesepakatan. "

Rhodes mengakui sulitnya mencari solusi ketika politik yang berperan. "Kita tahu 2012 adalah tahun pemilihan di kedua negara. Dengan pemilu dan transisi kepemimpinan di Rusia dan pemilihan umum di Amerika Serikat, itu jelas bukan tahun di mana kita akan mencapai terobosan. Oleh karena itu, Presiden Obama dan Presiden Medvedev setuju bahwa yang terbaik adalah menyediakan ruang untuk diskusi lanjutan tentang kerja sama pertahanan rudal yang akan datang," ia menjelaskan inti pembicaraan Obama-Medvedev agar tak disalahpahami.

TRIP B | AP


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X