indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Menit-menit Jelang Tangis Walk Out Politikus PDIP

Menit-menit Jelang Tangis Walk Out Politikus PDIP

Ketua DPR Marzuki Alie (kanan) berbincang dengan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, seusai mengikuti rapat paripurna, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat, 30 Maret 2012. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Para politikus PDI Perjuangan walk out sambil menangis menjelang pengambilan keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak dalam Sidang Paripurna DPR, Sabtu, 31 Maret 2012 dinihari tadi. Mereka menyoal cara Ketua DPR Marzuki Alie memimpin persidangan.

"Kenapa kami meninggalkan paripurna karena kami melihat ada dua pelanggaran oleh pimpinan sidang, yaitu Ketua DPR Marzuki Alie," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharanie kepada wartawan setelah partainya walk out.

Sidang Paripurna DPR ribut menjelang pukul 24.00 WIB, Jumat, 30 Maret 2012 . Pergantian hari tinggal 15 menit, namun para legislator masih menginterupsi rapat yang semula disepakati berakhir pukul 24.00. Mereka menyoal dua pasal dalam RUU APBN Perubahan 2012. Pasal 7 ayat 6 mengenai larangan bagi pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak dan pasal 7 ayat 6a mengenai pemberian kewenangan kepada pemerintah menaikkan harga BBM dengan syarat tertentu.

Karena waktu semakin mendekati kesepakatan, Marzuki berupaya menghentikan hujan interupsi. Ia pun segera menawarkan voting. Pertama, ia meminta Fraksi Partai Demokrat. Sebanyak 145 anggota fraksi berdiri mendukung penggunaan pasal 7 ayat 6a. Voting terhenti karena para politikus PDI Perjuangan terus menginterupsi.

Waktu memasuki menit-menit terakhir. Marzuki menawarkan kepada peserta sidang paripurna untuk menambah waktu persidangan. Sebagian besar politikus Senayan setuju, kecuali PDI Perjuangan. Marzuki sudah mengetok palu, namun PDI Perjuangan berkeberatan. Sebagian dari politikus PDI perjuangan maju ke depan forum, termasuk Puan Maharanie dan Maruarar Sirait. Mereka keberatan dengan keputusan Marzuki.

Marzuki pun menawarkan voting. Sebanyak 356 orang mendukung perpanjangan waktu satu jam hingga Sabtu pukul 01.00 WIB. Namun Puan dan Maruarar tetap memprotesnya. Puan dan Maruarar yang berupaya maju ke depan pimpinan rapat dilarang oleh Marzuki. Maruarar tetap berkeras hingga ditegur. "Anda tak diizinkan ke sini, silakan Anda duduk atau saya akan minta Anda keluar dari ruangan," kata dia. "Anda berusaha membeli waktu."

Rupanya kejadian ini memicu aksi walk out dari PDI Perjuangan. Partai Hanura juga mengikuti langkah PDI Perjuangan.

FEBRIYAN | WANTO

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
semua yg duduk di DPR adalah orang bejat dan munafik.. bangsat semuanya..! bisanya cuma MENIPU RAKYAT dgn pembenaran-pembenarannya sendiri..!
0
0
SPR......?? apaan tuh...? DPR kali....
10
9
Memang Puan itu siapa? Kok bisa-bisanya ingin duduk di kursi Pimpinan SPR?
0
0
kesalahan itu justru sbg pelajaran dimana ada manusia yg slalu benar ayo qt belajar memperjuangkan hak kita apabila BBM dinaikan siapkah qt sbg rakyat kecil..?? sedangkan mnurut beberapa pengamat hal ini masih blum diperlukan.. tdak ada manusia yg suci dlam perjalanan lika likunya didunia ini tapi mari qt memandang masalah jgn hanya dari 1 sisi smua sisinya harus dicermati.. maf saya bukan membela sapapun tpi saya hanya mengedepankan data dan fakta bgtu..
12
9
Tangisan PDIP adalah tangisan orang munafik. Ingat, kalian toh sama aja nggak becusnya mengelola negara ini. Jangan pura-pura lupa sama sejarah kalian sendiri..
Selanjutnya
Wajib Baca!
X