Harga BBM Bisa Naik Mei

Harga BBM Bisa Naik Mei

Suasana rapat paripurna membahas kebijakan kenaikan harga BBM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (31/3) dini hari. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah membuka peluang kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi beberapa bulan mendatang seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia. Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo, kenaikan harga akan dilakukan jika harga patokan minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) tembus US$ 130 per barel. "Mei bisa saja naik jika ICP sudah sampai level itu," katanya, Sabtu 31 Maret 2012.

Sabtu dini hari, Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah menetapkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012. Dalam sidang paripurna yang alot itu disepakati masuknya Pasal 7 ayat 6a yang menyatakan harga BBM bersubsidi bisa disesuaikan jika ada selisih rata-rata 15 persen dari harga patokan minyak mentah Indonesia sebesar US$ 105 per barel dalam enam bulan. Putusan ini pun berdampak pada penundaan kenaikan harga BBM yang sedianya dilakukan 1 April mendatang.

Widjajono menegaskan ICP sebesar US$ 130 per barel sudah memenuhi syarat untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Guru besar teknik perminyakan Institut Teknologi Bandung ini bahkan mengatakan kenaikan harga bisa saja dilakukan 1 April mendatang jika rata-rata ICP periode Oktober 2011 hingga Maret 2012 mencapai US$ 120,75 per barel. "Namun hal ini mustahil karena pada periode itu ICP mencapai US$ 116 per barel," ujarnya.

Perhitungan yang sama dilakukan anggota Badan Anggaran DPR, Satya Widya Yudha. Jika menilik ICP bulan ini yang mencapai US$ 128 per barel, kenaikan harga BBM mungkin terjadi dalam waktu dekat karena tren harga minyak dunia menunjukkan kenaikan. "Kondisi itu akan berimbas langsung pada harga minyak mentah Indonesia," katanya.

Direktur Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan perkembangan harga minyak Indonesia saat ini dipengaruhi oleh fluktuasi politik di Timur Tengah serta kondisi ekonomi negara-negara maju di Asia, seperti Cina dan Jepang. Karena itu ia menilai keputusan pemerintah dan DPR ini merupakan "perjudian", dan ujung-ujungnya mengorbankan anggaran serta kesejahteraan masyarakat. "Pertimbangan mereka hanya dari sisi politis," ujarnya.

Pri pun menduga pemerintah bakal mengajukan APBN Perubahan jilid II jika ICP melebihi patokan US$ 105 per barel tapi selisihnya belum melampaui batas rata-rata 15 persen. Sebab, pemerintah dan DPR telah menyepakati anggaran subsidi BBM Rp 137 triliun yang telanjur memperhitungkan rencana kenaikan harga 1 April mendatang.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, meski sulit, pemerintah sebisa mungkin tak menaikkan harga BBM bersubsidi. "Tidak sekarang, tidak besok, tidak dalam waktu dekat," katanya.

Padahal, menurut Bambang, saat ini negara menghadapi risiko fiskal yang cukup berat. Salah satunya lonjakan beban subsidi BBM hingga Rp 50 triliun. Ia juga khawatir konsumsi BBM bersubsidi bakal membengkak seperti tahun lalu yang mencapai 41,9 miliar liter. Angka ini melampaui alokasi awal yang ditetapkan sebesar 40,4 miliar liter. "Selisih harga semakin jauh, volume konsumsi semakin tinggi," ujarnya.

Tabel Harga ICP (dalam US$)

2012
Maret 128 (menurut Menteri ESDM Jero Wacik pada 28 Maret 2012)
Februari 122,17
Januari 115,91

2011
Desember 110,70
November 112,94
Oktober 109,25

Rata-rata ICP dalam enam bulan terakhir = 116,50
Asumsi APBN-P 2012 = 105
Ambang kenaikan harga BBM = 120,75
Ambang penurunan harga BBM = 89,25

Sumber: Kementerian ESDM

ANDI PERDANA | GUSTIDHA BUDIARTIE | AKBAR TRI K | FERY FIRMANSYAH


Berita Terkait
Pemerintah Belum Pastikan Waktu Harga BBM Naik
Pengesahan APBN Perubahan 2012 Masuki Waktu Kritis

Laba PT PGN 2011 Turun 5 Persen

Lapangan Gas Tangguh Bisa Balik Modal Lebih Cepat







Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Untuk PADUKA TUAN WAMEN, anda harus tahu undang2 termasuk APBNP tidak berlaku RETROAKTIF....jadi itungannya dimulai ketika undang2 itu mulai disahkan. Jadi baru OKTOBER bisa dinaikkan.....itupun jika pasal 7 ayat (6A) tersebut tidak dianulir MK.....atau jika pemerintahan ini tidak tumbang !
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X