BNN Incar Dua Sipir Narkoba di Lapas Pekanbaru?

BNN Incar Dua Sipir Narkoba di Lapas Pekanbaru?

Direktur Kejar Tangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Beny Mamoto saat memberikan keterangan pers penangkapan 12 Kilogram sabu-sabu senilai hampir 24 milyar rupiah di Gedung BNN, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Penindakan Badan Narkotika Nasional Benny Mamoto menyatakan bahwa sejauh ini belum ada detail terbaru terkait keterlibatan sipir dalam mengamankan jaringan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru.

"Masih kami selidiki. Satu sipir yang diindikasikan terlibat juga masih dalam pemeriksaan, belum bisa dipastikan apakah benar terlibat atau tidak," ujar Benny ketika dihubungi Tempo, Jumat, 6 April 2012.

Terkait hasil penyelidikan sejauh ini, Benny mengatakan bahwa hal tersebut belum bisa diungkapkan. Namun ia memastikan, ketika saatnya tiba, informasi tersebut akan diungkap.

Ketika ditanyakan apakah benar akan ada dua sipir lagi yang akan dicokok untuk dimintai keterangan, Benny enggan menjawab. Dia menjawab, "Jangan mendahuluilah, nanti pada kabur semua kalau kami ungkap semua."

Meskipun enggan memberikan jawaban, dinyatakan Benny, kalau sipir benar ditemukan terlibat, maka sipir itu akan dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotik. Di dalam dasar pijakan hukum itu tegas menyebutkan barang siapa menghalangi penyelidikan dan penyidikan kasus narkotik, maka akan diganjar 7 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan indikasi sipir Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru, Riau, melindungi dan bekerja sama dengan bandar narkotik di tempat itu. Beberapa sipir di sana sedang diincar.

Benny Mamoto mengatakan indikasi itu berdasarkan pengakuan salah satu dari tiga narapidana (napi) yang ditangkap di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pekanbaru. Menurut napi itu, ungkap Benny, razia mendadak tim BNN bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana diberitahukan oleh sipir. "Ada sipir teriak 'wamen datang, wamen datang' ke kamar-kamar," ujarnya.

Teriakan itu membuat target operasi BNN sempat berusaha menghilangkan barang bukti. Salah satu target memindahtangankan ponselnya kepada dua napi lain. Padahal ponsel itu dibutuhkan untuk mencari bukti komunikasi antara napi dan kurir di luar penjara.

ISTMAN MP

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
sudah pernah liat kantornya mas? keren loh mobil yang pada parkir di sana :D
0
0
ndak semuanya aja pejabat dan seluruh PNS lapas di masukkan penjara sekalian mas? lumayan kan ada lowongan pekerjaan buat mpean? :D
3
6
Kalau sipir-sipir di Pekanbaru itu tertangkap/terlibat, harus diseret juga Kalapas, Kakanwil Riau, Dirjen Permasyarakatan serta Menteri hukum & HAM RI Amir Syamusidn yang bersama-sama melakukan PEMBIARAN terhadap aksi kejahatan di Lapas-Rutan dan MENGHALANGI penyidikan dengan MEREKAYASA IMAGE SESAT bersama DPR sesat yang memprogandakan penempelengan Wamen yang belum tentu benar itu serta Membekukan M.o.U Kementerian dan BNN sebagai indikasi bahwa mereka semua itu DIRUGIKAN dengan adanya PENINDAKAN BNN itu....seret mereka semua kepengadilan dan berikan tuntutan hukuman maksimal 7 tahun dan bila perlu hukum mati !!!!!
4
0
Beny Mamoto anda sangat bersemangat melakukan penindakan narkoba di Lapas, hal yg bagus tapi jangan arogan,anda juga harus fokus ke penindakan bandar besar yang ada di luar yg tentu anda tahu,mengapa tidak ditangkap dan diceagah narkoba masuk Indonesia,agar tdk masuk beredar di masyarakat dan Lapas.Anda juga kalu press release gambar barang bukti jgn ditunjukkan bungkusan yg bkn ditemukan(gambar lain),itu namanya pembohongan publik, Anda juga harus transparan ke masyarakat pemusnahan barang bukti, uang yg disita diapakan, anda juga jelaskan darimana dapat uang utk carter pesawat, masyarakat menunggu penjelasan anda, Ingat Anda juga banyak diketahui oleh masyarakat(staf)BNN tentang perilaku anda sebagai penyidik.
Wajib Baca!
X